Lemhannas: Indeks Ketahanan Nasional Banten Capai 2,90, Masuk Kategori Cukup Tangguh

Minggu, 4 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lemhannas RI Tubagus Ace Hasan Syadzily menghadiri Peringatan HUT ke-26 Provinsi Banten di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang.

Gubernur Lemhannas RI Tubagus Ace Hasan Syadzily menghadiri Peringatan HUT ke-26 Provinsi Banten di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang.

RILISINFO.COM, Banten – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Tubagus Ace Hasan Syadzily menyebut Indeks Ketahanan Nasional (IKN) Provinsi Banten saat ini mencapai skor 2,90 atau masuk dalam kategori cukup tangguh. Capaian ini dinilai menjadi modal penting bagi Banten untuk terus maju mewujudkan visi Banten Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Ace dalam Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Minggu (4/10/2026).

​“Selamat ulang tahun ke-26 untuk Provinsi Banten. Semoga bertambahnya usia ini berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan, kedewasaan politik, dan kemandirian ekonomi di Banten,” ujar Ace mengawali sambutannya.

​Menurut Ace, berdasarkan kacamata geostrategi dan sejarah nasional, Banten merupakan salah satu simpul peradaban maritim yang sangat penting di Nusantara. Sejak era Kesultanan Banten pada abad ke-16, wilayah ini telah menjadi poros perdagangan yang kosmopolitan, tetapi tetap memiliki akar identitas religius yang kuat.

​Di tengah dinamika geopolitik global saat ini—mulai dari krisis rantai pasok, transisi energi, hingga persaingan teknologi—posisi Banten semakin strategis. Secara geografis, Banten adalah penjaga gerbang Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I di Selat Sunda yang menjadi urat nadi perdagangan dunia. Selain itu, Banten merupakan zona penyangga utama ibu kota sekaligus pusat aglomerasi industri yang menggerakkan ekonomi nasional.

​“Jika Banten stabil dan maju, sebagian besar fondasi ketahanan ekonomi dan politik nasional kita akan semakin kokoh. Masyarakat Banten memiliki karakter dasar yang ulet dan tangguh. Karakter inilah yang menjadi basis ketahanan nasional,” tegasnya.

​Terkait Indeks Ketahanan Nasional (IKN) Provinsi Banten yang berada pada angka 2,90, Ace merinci bahwa skor tersebut disusun dari delapan gatra. Gatra politik menempati posisi tertinggi dengan skor 3,40, disusul demografi (3,28), ekonomi (2,98), pertahanan dan keamanan (2,78), sosial budaya (2,77), geografi (2,68), ideologi (2,64), dan sumber kekayaan alam (2,62).

​“Capaian ini menunjukkan fondasi ketahanan Banten relatif terjaga. Namun, dinamikanya masih memerlukan penguatan. Skor ideologi dan ekonomi tercatat meningkat, sumber kekayaan alam stabil, sedangkan geografi, demografi, politik, sosial budaya, serta pertahanan keamanan mengalami sedikit penurunan,” paparnya.

​Oleh karena itu, Lemhannas merekomendasikan adanya penguatan antargatra. Modal demografi harus dikonversi menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Kekuatan ekonomi perlu ditingkatkan melalui pemerataan, sedangkan geografi dan sumber daya alam wajib dikelola secara berkelanjutan.

​“Hasil pengukuran ini harus menjadi early warning system (sistem peringatan dini) serta rujukan dalam penetapan prioritas pembangunan, penganggaran, regulasi, dan pengawasan di DPRD,” imbuh Ace.

​Menutup sambutannya, Ace meyakini di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Ahmad Dimyati Natakusumah, Banten dapat mewujudkan cita-cita sebagai daerah yang baldatun tayyibatun wa rabbun gafur (negeri yang baik dan diampuni Tuhan).

​Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni dalam pidatonya menegaskan bahwa peringatan HUT ke-26 Banten mengusung tema “Banten Bergerak, Maju Berdampak”. Tema ini menjadi motor penggerak bagi seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk merespons berbagai persoalan pembangunan secara adaptif dan cepat.

​Gubernur Andra Soni mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari kuantitas program atau capaian indikator di atas kertas. Pembangunan harus terefleksi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, kemudahan akses layanan dasar, serta pemerataan manfaat di seluruh wilayah Banten.

​“Pembangunan bukan semata-mata tentang seberapa banyak program yang kita laksanakan, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dirasakan dan seberapa nyata perubahan yang dihadirkan bagi masyarakat Banten,” pungkas Andra Soni. (gla)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Sambangi Makorem di HUT TNI ke-81, Wakapolda Banten Tegaskan Soliditas TNI-Polri
Bahas Raperda APBD 2027, Bupati Lebak Tegaskan Pengelolaan Anggaran Transparan dan Akuntabel
HUT ke-26 Banten, Karangan Bunga Diganti Ratusan Tanaman untuk Kantor Gubernur
Kemendagri: Banten Kini Jadi Simpul Strategis Ekonomi dan Logistik Nasional
HUT ke-26 Banten, Andra Soni Tekankan Pembangunan Harus Berdampak bagi Masyarakat
HUT ke-26 Banten, Pemprov Beri Penghargaan kepada Aparatur hingga Pemerintah Desa
HUT ke-26 Banten, Andra Soni Paparkan Capaian Pembangunan Berdampak
Andra Soni Usulkan Karnaval Panjang Mulud Jadi Agenda Budaya Berkelanjutan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Sambangi Makorem di HUT TNI ke-81, Wakapolda Banten Tegaskan Soliditas TNI-Polri

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Lemhannas: Indeks Ketahanan Nasional Banten Capai 2,90, Masuk Kategori Cukup Tangguh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Bahas Raperda APBD 2027, Bupati Lebak Tegaskan Pengelolaan Anggaran Transparan dan Akuntabel

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:10 WIB

HUT ke-26 Banten, Karangan Bunga Diganti Ratusan Tanaman untuk Kantor Gubernur

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Kemendagri: Banten Kini Jadi Simpul Strategis Ekonomi dan Logistik Nasional

Berita Terbaru