Memetri Jogja Merawat Nusantara, Seni dan Sejarah Bersatu di Malioboro Peringati 14 Tahun UUK DIY

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, ‎JOGJA – Kawasan Malioboro berubah menjadi panggung seni saat Memetri Jogja Merawat Nusantara digelar Minggu (30/8/2026) petang, memperingati 14 tahun pengesahan UUK DIY secara meriah malam.
‎
Di depan Hamzah Batik Malioboro, masyarakat menyaksikan beragam pertunjukan seni yang sekaligus menghidupkan kembali ingatan sejarah dan nilai keistimewaan Jogja bagi semua pada.
‎
Kegiatan dimulai pukul 17.30 WIB, menghadirkan seni, refleksi sejarah, konsolidasi masyarakat, hingga solidaritas kemanusiaan melalui penggalangan donasi untuk korban bencana NTT di lokasi.
‎
Ketua Sekber Keistimewaan DIY Widihasto Wasana Putra menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi ruang merawat ingatan kolektif masyarakat Jogja bersama warga.
‎
Menurut Widihasto, status keistimewaan DIY bukan hadiah, melainkan buah pergulatan sejarah, komitmen kebangsaan, serta pengakuan hukum terhadap tatanan Kasultanan yang mengakar sejak dahulu.
‎
“Status keistimewaan bukanlah hadiah, melainkan hasil sintesis panjang buah pergulatan sejarah, komitmen kebangsaan, serta pengakuan hukum,” kata Widihasto dalam acara tersebut oleh peserta.
‎
Ia menyebut konsolidasi lintas komponen masyarakat penting untuk menjaga nilai dan spirit ke-Jogja-an, sekaligus memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia bersama tetap kuat.
‎
“Esensinya juga untuk memperkuat jejaring lintas komponen masyarakat sebagai modal utama menjaga, merawat, dan memelihara nilai serta spirit ke-Jogja-an,” ujarnya yang hadir bersama.
‎
Rangkaian pertunjukan dibuka Sanggar Biola Quinta dengan penampilan 50 pemain biola yang membawakan sejumlah lagu nasional dan lagu daerah secara bersama di Malioboro.
‎
Penampilan itu kemudian disusul Agus Becak bersama kawan-kawan melalui fragmen drama Spiritual Art yang menggambarkan perjuangan menuju pengesahan UUK DIY dengan kuat malam.
‎
Panggung berikutnya menampilkan Tari Pujiastuti dari Paguyuban Nayantaka, lalu Tari Angguk Nganglang dari Sanggar Lestari Budaya Imogiri, Bantul, Yogyakarta dengan meriah dengan semangat.
‎
Paduan Suara Mahasiswa Universitas Sanata Dharma kemudian mengisi panggung, sebelum Tari Bawin dari Sanggar Hamaring Kalimantan Tengah turut ditampilkan memeriahkan acara malam tersebut.
‎
Forum Pemuda Pemudi Dayak Kalimantan mempersembahkan Tari Tunggal, sedangkan Ikatan Keluarga Malaka NTT membawakan Tari Bidu Elele penuh semangat dan warna di panggung.
‎
Beragam penampilan itu mempertemukan ekspresi budaya Jogja dan daerah lain, menjadikan Malioboro ruang perjumpaan kebudayaan Nusantara yang hidup, inklusif, dan bermakna bagi masyarakat.
‎
‎*Pembacaan Ikrar*
‎
Selain pertunjukan, panitia membacakan Ikrar Keistimewaan sebagai penegasan komitmen menjunjung cita-cita adiluhung pendiri Jogja melalui falsafah Hamemayu Hayuning Bawana yang luhur yang mendalam.
‎
Ikrar tersebut juga menegaskan tekad merawat jati diri masyarakat yang inklusif, nasionalis, dan berbudaya, sekaligus mengamalkan nilai Tahta untuk Rakyat secara nyata sehari-hari.
‎
Komitmen itu diperluas melalui semangat kolaborasi menjaga kelestarian Jogja dan keutuhan NKRI, dengan keistimewaan DIY didedikasikan bagi kejayaan Nusantara secara bersama secara nyata.
‎
Memetri Jogja Merawat Nusantara juga membawa pesan solidaritas, karena panitia menggalang donasi untuk membantu korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur bagi sesama.
‎
Penggalangan donasi menjadi bagian penting acara, memperlihatkan kepedulian masyarakat Jogja terhadap warga terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur yang membutuhkan bantuan tersebut.
‎
Perpaduan seni, sejarah, ikrar, konsolidasi, dan solidaritas membuat peringatan UUK DIY di Malioboro terasa lebih dekat dengan masyarakat luas malam itu malam ini.
‎
Melalui kegiatan tersebut, jejaring masyarakat kembali dipertemukan untuk merawat nilai ke-Jogja-an sekaligus menjaga semangat kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia secara berkelanjutan.
‎
Memetri Jogja Merawat Nusantara akhirnya menegaskan pesan bahwa keistimewaan bukan sekadar status, melainkan tanggung jawab bersama untuk merawat Jogja dan Nusantara berkelanjutan generasi mendatang.(waw)

Berita Terkait

Dorong Sektor Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, InJourney Hadirkan Paket Wedding Bersejarah Berbonus Liburan
Pertunjukan Spektakuler Baru di Jogja! ‘Bay Culture Show’ Jogja Bay Padukan Seni Tradisional & Atraksi Modern
Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas
Dorong Kemandirian Manufaktur Nasional, PII DIY Desak Percepatan Langkah Reindustrialisasi
UMY Siapkan SMP MSUS Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru
UMY Siapkan SMP MSUS, Padukan Sains dan Nilai Islam, Target Beroperasi 2027
Atasi Krisis Air di Gedangsari, Jamaah Karomah Istiqomah Guyur Padukuhan Sambeng dengan 20 Tangki Air Bersih!
Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah, RAPIMDA KADIN DIY Akserelasi Digitalisasi dan Sertifikasi Tenaga Kerja

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Dorong Sektor Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, InJourney Hadirkan Paket Wedding Bersejarah Berbonus Liburan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Pertunjukan Spektakuler Baru di Jogja! ‘Bay Culture Show’ Jogja Bay Padukan Seni Tradisional & Atraksi Modern

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Pasar Insinyur Kian Global, PII DIY Tekankan Kompetensi dan Integritas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Dorong Kemandirian Manufaktur Nasional, PII DIY Desak Percepatan Langkah Reindustrialisasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:09 WIB

UMY Siapkan SMP MSUS Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru

Berita Terbaru