PB PSTI Resmi Dilantik, Makassar Jadi Saksi Sejarah Pelantikan Pengurus Pusat

RILISINFO.COM, Makassar – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, melantik Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) periode 2025–2029 di Claro Hotel Makassar,
Jumat (9/1/26) .

Pelantikan ini menjadi catatan sejarah karena untuk pertama kalinya pelantikan pengurus PB PSTI digelar di Makassar.

Ketua Umum PB PSTI, Dr. Surianto, mengatakan pelantikan pengurus PB PSTI di Makassar merupakan tonggak sejarah baru bagi organisasi sepak takraw nasional. Menurutnya, hal ini menunjukkan besarnya perhatian KONI Pusat terhadap pembinaan olahraga, khususnya cabang sepak takraw.

“Lanjut Surianto”. Pelantikan di Makassar ini menjadi sejarah baru.
Bahwa ini menunjukkan bahwa KONI Pusat memberikan perhatian yang cukup besar terhadap pembinaan dan pengembangan prestasi sepak takraw,” Ucap Surianto .

Ia menambahkan, pencapaian prestasi berupa meraih medali emas cabang sepak takraw dari periode ke periode kepengurusan menjadi salah satu pertimbangan utama KONI Pusat dalam memberikan perhatian penuh terhadap PB PSTI.

Selain itu, komitmennya untuk memajukan prestasi sepak takraw Indonesia mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, terutama pengurus PSTI di daerah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PSTI, Prof. Nukrawi, menuturkan komposisi kepengurusan PB PSTI periode 2025–2029 disusun lebih akomodatif dengan merekrut pengurus dari hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Dengan komposisi tersebut, ia optimistis agresivitas pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal dibandingkan periode sebelumnya, sehingga prestasi yang telah diraih dapat terus ditingkatkan.

“Ketua Umum PSTI Komitmen kita tidak hanya mempertahankan capaian prestasi sebelumnya, tetapi juga meningkatkan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” Ucap nya.

Ia menegaskan, hal penting lainnya adalah menyiapkan regenerasi atlet dengan melahirkan talenta sepak takraw muda sebagai pelapis atlet senior.

“Talenta muda ini sangat penting agar kita tidak kehabisan stok atlet. Prestasi juga akan terus berkembang seiring dengan kemajuan pola dan sistem pembinaan,” tukasnya. (*)