Peran Infrastruktur dalam Pengembangan Geopark Bayah Dome sebagai Geopark Nasional

Selasa, 2 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Banten – Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Banten Virgojanti menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten mendukung penetapan Geopark Bayah Dome menjadi geopark nasional sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Saat ini, Pemprov Banten mulai membangun infrastruktur. Diharapkan mampu memberikan dampak perekonomian wilayah sekitar kawasan geopark.

Hal itu diungkap Virgojanti dalam Focus Group Discussion (FGD) Penetapan Geopark Bayah Dome sebagai Geopark Nasional di Aula Multatuli, Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Jl Abdi Negara No.3, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (2/7/2024).

Dikatakan, dalam FGD itu, tim verifikasi telah memberikan beberapa rekomendasi terkait bagaimana nanti upaya untuk menyempurnakan kembali terkait dengan hasil evaluasi dan menjadi bahan tindak lanjut penatakelolaan geosite yang ada di kawasan geopark.

“Apresiasi kepada Pemrintah Kabupaten Lebak. Tentunya ini upaya bersama dalam rangka mewujudkan geopark sebagai warisan bumi dan juga warisan dunia yang perlu kita lestarikan,” ucap Virgojanti.

“Geopark pilarnya konservasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Kita harapkan memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tambahnya.

Dikatakan, melalui pengembangan pariwisata, destinasi-destinasi wisata di kawasan geopark semakin hidup. Aktivitas perekonomian turunannya memberikan dampak kemajuan ekonomi wilayah sekitar kawasan geopark.

“Pemprov Banten mendukung penetapan Geopark Bayah Dome sebagai geopark nasional sesuai dengan kewenangan yang dimiliki,” ucapnya.

“Mudah-mudahan bisa mendukung keberlanjutan geopark hingga ke depan,” tambah Virgojanti.

Dikatakan, dukungan Pemprov Banten terhadap Geopark Bayah Dome sebagai geopark nasional di antaranya dalam rangka infrastruktur. Akses jalan yang menuju pusat-pusat pengembangan yang berada di Geopark Bayah Dome seperti ke kawasan Gunung Luhur.

“Tahun ini sedang dibangun jalan yang meningkatkan konektivitas di kawasan Geopark Bayah Dome,” ucapnya.

Dukungan lainnya, ungkap Virgojanti, berupa pembangunan dan perawatan 32 signboard geosite, pemasangan videotron, serta dukungan dalam bentuk kajian-kajian. Juga upaya konservasi dan pengembangan pendidikan,

Dalam sambutannya, Penjabat (Pj) Bupati Lebak Iwan Kurniawan mengaku bersyukur penerapan Bayah Dome kini memasuki tahap FGD verifikasi untuk masuk geopark nasional. FGD diikuti para pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi.

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan tim verifikasi untuk Bayah Dome bisa masuk geopark nasional,” ucapnya.

Dikatakan, pihaknya bersama jajaran sudah memetakan beberapa program yang mendukung dalam rangka pelaksanaan geopark Bayah Dome menjadi geopark nasional. Di antaranya memastikan kesiapan dan komitmen 15 Kecamatan. Juga kesiapan pemilik lahan di wilayah geopark Bayah Dome.

“Mudah-mudahan FGD membawa berkah bagi Kabupaten Lebak dan membawa Geopark Bayah Dome menjadi geopark nasional,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Geopark Bayah Dome.meliputi geosite Bayah, Cilograng, Cibeber, Panggarangan, Cigemblong, Cihara, Sajira, dan Curugbitung. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan Kawasan Bayah Dome atau Kubah Bayah di Kabupaten Lebak sebagai Geopark yang memiliki warisan Geologi atau Geoheritage melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 164 Tahun 2022 tentang Penetapan Warisan Geoheritage Kawasan Bayah Dome. Geopark Bayah Dome bertujuan untuk menjaga konservasi alam, melestarikan budaya, serta menjadi sumber pendapatan berbasis wisata edukasi.

Di kawasan Bayah Dome terbentuk cebakan-cebakan emas, perak, dan bahan galian logam lainnya yang bernilai ekonomis. Sehingga kawasan ini terkenal sebagai kawasan “Gold District”. Kawasan ini juga populer sebagai tambang emas.

Selain itu, di bagian utara-tengah, memiliki zona depresi (lembah) yang dikenal sebagai Zona Depresi Citorek atau lebih dikenal dengan nama Negeri Di Atas Awan. Secara internasional, nama Bayah Dome sudah banyak dikenal, khususnya di kalangan para ahli kebumian (geologi).(Wan)

Sumber: Adpim

Berita Terkait

Terbukti Aniaya Adik Kandung, Rohana Hanya Divonis 2 Bulan Percobaan
Slank Kembali ke Purwokerto Setelah 18 Tahun, Tour “Hey Slank” Siap Sapa Kembali Slankers
Sambut HUT ke-81 RI, Sugiat Santoso Cup Semarakkan Sepakbola di Langkat
Panglima FJI Gus Dar Soroti Dugaan Konten Hafalan Al-Qur’an Ditukar Miras, Dorong Penelusuran Hukum
Mayoritas Pemuda Bekasi Tak Merokok, Tri Adhianto Dorong Ruang Publik Bebas Asap Rokok
AMPHIBI Ajak Siswa SDN 013829 Ledong Timur Cintai Lingkungan Sejak Dini
KP MBG: Hampir Enam Bulan, Negara Belum Hadir untuk Korban Kecelakaan Kerja Di Program MBG
Wonosobo Cetak Paskibra Tangguh, 48 Pelajar Jalani Pembinaan Intensif

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:52 WIB

Terbukti Aniaya Adik Kandung, Rohana Hanya Divonis 2 Bulan Percobaan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Slank Kembali ke Purwokerto Setelah 18 Tahun, Tour “Hey Slank” Siap Sapa Kembali Slankers

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Sugiat Santoso Cup Semarakkan Sepakbola di Langkat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Panglima FJI Gus Dar Soroti Dugaan Konten Hafalan Al-Qur’an Ditukar Miras, Dorong Penelusuran Hukum

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Mayoritas Pemuda Bekasi Tak Merokok, Tri Adhianto Dorong Ruang Publik Bebas Asap Rokok

Berita Terbaru