Percepat Kemandirian Desa, Herman Deru Minta KDMK Jadi Wadah Melatih dan Replikasi Inovasi Kepala Desa

Rabu, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru berharap kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan III di Universitas Sriwijaya (Unsri) tidak hanya menjadi wadah peningkatan kapasitas bagi kepala desa yang mengikuti kegiatan, tetapi juga menjadi training of trainers (ToT) atau pelatihan bagi pelatih. Dengan demikian, ilmu dan pengetahuan yang diperoleh para peserta dapat disebarluaskan kepada kepala desa lainnya di wilayah masing-masing.

Harapan tersebut disampaikan Herman Deru saat memberikan sambutan pada kegiatan KDMK Angkatan III yang berlangsung di Kampus Unsri Bukit Besar, Palembang, Rabu (4/11/2026). Ia meminta para kepala desa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap sebanyak mungkin pengetahuan yang nantinya dapat dibagikan kepada rekan-rekan kepala desa lainnya, baik di tingkat desa maupun kecamatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Bima Arya Sugiarto, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Dr. Benhard Rundonuwu, serta Rektor Unsri Prof. Taufiq Marwa.

Menurut Herman Deru, terdapat sembilan pokok penting yang perlu dikembangkan oleh setiap kepala desa dalam menjalankan tugas dan membangun wilayahnya. Kesembilan pokok tersebut diharapkan menjadi bekal dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan sekaligus mendorong kemajuan desa.

Salah satu hal mendasar yang harus dipahami kepala desa adalah mengenali potensi dan persoalan di wilayahnya. Kepala desa harus mengetahui secara detail kondisi desa, baik dari sektor pertanian, ekonomi, maupun bidang lainnya.

“Dengan mengetahui persoalan yang ada, kita baru bisa membaca potensi yang dimiliki desa. Jadi, pahami dulu apa masalahnya, kemudian bagaimana potensi tersebut bisa dikembangkan,” ujarnya.

Selain itu, Herman Deru menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan digitalisasi bagi kepala desa. Menurutnya, semakin luasnya akses internet dan terwujudnya kondisi zero blank spot di Sumsel membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi melalui berbagai platform digital, seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan media sosial lainnya.

Kondisi tersebut menuntut kepala desa memiliki kecakapan dalam menyikapi derasnya arus informasi. Sebagai pemimpin di wilayahnya, kepala desa harus mampu menjadi penyaring informasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

“Informasi sekarang tidak terbendung. Karena itu, kepala desa harus bisa menjadi filter. Manfaatkan perangkat desa untuk membantu, karena kita tidak bisa bergerak sendiri. Semuanya sudah serba terbuka,” tegasnya.

Herman Deru juga mengingatkan agar kepala desa cerdas dalam memanfaatkan aplikasi dan teknologi untuk mendukung pelayanan serta pembangunan desa. Dengan perencanaan yang tepat, anggaran yang terbatas sekalipun dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru turut mencontohkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Dari 101 desa yang memiliki potensi karhutla, terdapat Desa Germon yang mampu terhindar dari karhutla melalui penerapan Peraturan Desa (Perdes).

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan semata-mata karena ketersediaan sarana pemadam kebakaran yang lebih banyak, melainkan karena adanya aturan desa yang menjadi pedoman bersama dalam mencegah karhutla.

Pengalaman tersebut, lanjutnya, dapat menjadi model bagi desa-desa lainnya. Ia mendorong perguruan tinggi, khususnya Fakultas Hukum Unsri, untuk turut membantu kepala desa menyusun Perdes sesuai dengan kebutuhan dan persoalan di wilayah masing-masing.

“Ini salah satu contoh bagaimana persoalan di desa bisa dijembatani oleh kampus. Fakultas Hukum bisa membantu desa membuat Perdes, sehingga ada aturan yang menjadi pegangan bersama,” jelasnya.

Lebih jauh, Herman Deru berharap Unsri melalui seluruh fakultas yang dimiliki dapat mengambil peran sebagai navigator dalam pembangunan desa. Sinergi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi dinilai penting agar potensi akademik yang dimiliki kampus dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat desa.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan dan inisiatif yang mendorong peningkatan kompetensi kepala desa melalui kerja sama dengan perguruan tinggi negeri di Sumsel.

Herman Deru berharap program KDMK dapat memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya bagi peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi juga bagi desa-desa lainnya melalui penyebarluasan ilmu, pengalaman, dan praktik baik yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner, inovatif, dan mampu membaca kebutuhan masyarakat dalam mendorong kemajuan desa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan pemimpin menggali potensi dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan kepada para kepala desa dalam kegiatan KDMK di Unsri.

Dalam arahannya, Bima Arya mengangkat sejumlah contoh kepemimpinan di tingkat lingkungan dan desa yang mampu menghadirkan perubahan melalui inovasi sederhana, tetapi berdampak besar.

Salah satunya adalah Ketua RT bernama Taufiq Suoriyaei di Kelurahan Malaka Jaya, Jakarta Timur, yang melakukan berbagai pembenahan di lingkungannya. Mulai dari penghijauan gang, pemasangan kamera pengawas (CCTV), pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya, hingga penerapan transparansi laporan keuangan. Bahkan, ia juga mengembangkan peternakan di bagian atas dan lubang biopori di bawah trotoar.

Berbagai inovasi tersebut menarik perhatian banyak pihak hingga mendatangkan dukungan, termasuk bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR). Kiprahnya bahkan mendapat perhatian hingga diundang ke China.

Contoh lainnya adalah seorang kepala desa yang tetap berupaya mengembangkan potensi masyarakat meskipun menghadapi kondisi kas desa yang defisit. Dukungan terhadap kegiatan anak-anak di desanya berhasil mengantarkan mereka meraih Juara I dalam ajang Learning Village tingkat internasional.

“Dari dua contoh ini kita belajar bahwa kepemimpinan sangat menentukan. Siapa pemimpinnya dan apa yang dilakukan, itulah yang akan dirasakan masyarakat. Bapak dan ibu yang terpilih menjadi pemimpin di desa memiliki potensi. Intan-intan yang berkilau ini harus tetap berkilau sampai di ujung,” pesannya.

Ia mengatakan, melalui kegiatan KDMK, potensi para kepala desa perlu terus diasah bersama perguruan tinggi. Menurutnya, setiap pemimpin harus memiliki visi, ideologi atau nilai-nilai yang diperjuangkan, serta prioritas yang jelas dalam menjalankan pembangunan.

Pemimpin, lanjutnya, tidak harus menyelesaikan seluruh persoalan sekaligus. Namun, kemampuan menentukan prioritas dan menuntaskan persoalan yang paling penting merupakan bagian dari kepemimpinan yang efektif.

Bima Arya juga mengingatkan agar para kepala desa tidak terjebak pada kegiatan seremonial yang minim substansi. Ia berharap para peserta lebih bersemangat mengembangkan program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Negara hadir itu bisa dirasakan masyarakat di loket Dukcapil, di Posyandu, dan ketika petugas berhasil memberikan pelayanan dengan baik. Jadi, kita harus fokus menghadirkan negara melalui hal-hal konkret yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguasaan data sebagai dasar dalam menentukan arah pembangunan desa. Menurutnya, banyak pemimpin memiliki ambisi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tetapi belum sepenuhnya memahami kondisi dan data yang menjadi dasar penentuan kebijakan.

“Smart village berawal dari smart data. Data adalah bahan baku inovasi desa. Karena itu, kepala desa harus memiliki dan memahami data mengenai kemiskinan, pendidikan, stunting, kesehatan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kebencanaan, lingkungan, UMKM, hingga potensi ekonomi desa,” jelasnya.

Selain penguatan data, Bima Arya juga mengingatkan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan potensi desa. Salah satunya melalui kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan sektor pariwisata dan potensi ekonomi lokal.

Ia berharap para kepala desa dapat memanfaatkan kesempatan mengikuti KDMK untuk memperkaya wawasan, mengembangkan inovasi, serta membangun jejaring kolaborasi sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembangunan di wilayah masing-masing.

Dengan kepemimpinan yang kuat, kemampuan membaca dan mengelola data, penentuan prioritas, serta kolaborasi yang baik, desa diharapkan mampu tumbuh lebih mandiri dan menghadirkan perubahan nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(lsi)

Sumber : Adpim Sumsel

Berita Terkait

Perluas Kerja Sama Ekonomi Internasional, Herman Deru Ajak Investor Bangladesh Garap Sektor Hilirisasi di Sumsel
Hadiri Agenda TVRI Sumsel, Herman Deru Dorong Penguatan Program Penyiaran yang Edukatif dan Inovatif
Buka Palembang Fashion Week 2026, Feby Deru Minta Karya Desainer Lokal Mampu Tembus Pasar Nasional
Tingkatkan Pengolahan Sampah Berkelanjutan, Herman Deru Sambut Baik Peresmian PSEL Palembang
Raih Peringkat Ketiga Nasional, Herman Deru Pastikan Sumsel Tetap Jadi Lumbung Pangan Indonesia
Dorong Kesetaraan Akses Kerja, Herman Deru Minta Dunia Usaha Tak Batasi Usia Pelamar Berpengalaman
Atasi Konflik Pertanahan, Sekda Edward Candra Minta Sinergi Lintas Sektor demi Kepastian Hukum Agraria
Tinjau Lokasi Terdampak Karhutla di Kertapati, Lidyawati Cik Ujang Serahkan Bantuan Sosial dan Logistik

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:32 WIB

Perluas Kerja Sama Ekonomi Internasional, Herman Deru Ajak Investor Bangladesh Garap Sektor Hilirisasi di Sumsel

Rabu, 4 November 2026 - 19:25 WIB

Hadiri Agenda TVRI Sumsel, Herman Deru Dorong Penguatan Program Penyiaran yang Edukatif dan Inovatif

Rabu, 4 November 2026 - 19:14 WIB

Tingkatkan Pengolahan Sampah Berkelanjutan, Herman Deru Sambut Baik Peresmian PSEL Palembang

Rabu, 4 November 2026 - 19:06 WIB

Raih Peringkat Ketiga Nasional, Herman Deru Pastikan Sumsel Tetap Jadi Lumbung Pangan Indonesia

Rabu, 4 November 2026 - 18:59 WIB

Percepat Kemandirian Desa, Herman Deru Minta KDMK Jadi Wadah Melatih dan Replikasi Inovasi Kepala Desa

Berita Terbaru