Ratusan Hektare Sawah di Sobang Terendam, Petani Berpotensi Tanam Ulang

RILISINFO.COM, Pandeglang — 550 hektar lahan persawahan di dua Desa. Terendam banjir. Yaitu desa Teluklada, dan Desa Bojen diKecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang pada kamis (9/04/2026).

Kepala Desa Bojen Badrodin menyampaikan pesawahan terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat sebagian besar lahan baru saja selesai ditanami oleh para petani.

Badrudin menyatakan, “Genangan air yang cukup tinggi menyebabkan tanaman padi yang masih dalam fase awal pertumbuhan terancam rusak bahkan mati. Para petani mengalami kerugian besar, baik dari segi biaya produksi maupun tenaga yang telah dikeluarkan selama proses pengolahan lahan hingga penanaman.

Akibat tingginya curah hujan yang tidak diimbangi dengan sistem drainase yang memadai, serta meluapnya saluran air di sekitar area persawahan sehingga menjadikan areal persawahan bak Lautan.

Masih Badrudin, “Petanii baru saja tanam beberapa hari lalu, sekarang sudah terendam. Kalau air tidak cepat surut, kemungkinan besar harus tanam ulang,”
Masyarakat berharap adanya perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk melakukan penanganan.Selain itu, diperlukan langkah jangka panjang yaitu pengerukan sungai yang sudah mengalami pendangkalan,karena kerugian petani akibat banjir selalu berulang.ungkap “Badrodin saat di hubungi lewat whatsaap.

Camat kecamatan Sobang Mamak saat dikompirmasi insan pers lewat watshaap mengatakan. “Sejak pagi kami yang berada di kantor kecamatan sobang terjebak Bajir, dihalaman kantor kecamatan ketnggian air sepinggang orang dewasa mencapai 90 centi meter hingga 120 centi meter. “hingga kami tidak bisa memantau ke lokasi .

Mamak menyampaikan, ” Ada beberapa desa yang sudah meLaporkan. Ada dua desa yang terparah terendam banjir.” Pesawahan di desa Teluklada 200 hektar dan sepuluh kampung yang terdampak. dan Desa Bojen.kurang lebih 350 Hektar lahan sawah yang terendam dan 5 kampung juga terdampak, tegasnya.

Banjir di kecamatan Sobang akibat curah hujan yang sangat tinggi dan sungai cilatak yang tidak bisa menampung debit air yang tinggi meluap Dan sungai yang belum beres di Normalisasi. “tutupnya. (*)