Sebanyak 31 Hunian Darurat Dibangun MDMC Muhammadiyah untuk Penyintas Bencana di Batang Toru
RILISINFO.COM, Tapanuli Selatan – Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB-MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menuntaskan pendirian hunian darurat bagi para penyintas bencana di Pos Layanan Muhammadiyah Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Sebanyak 31 unit hunian darurat dibangun untuk menampung 148 penyintas.
“Hunian ini kami siapkan sebagai ruang tinggal sementara yang aman dan layak bagi warga terdampak,” ujar Kepala Bidang Data dan Informasi LRB-MDMC PWM Jawa Tengah, Muhammad Taufiq Ulinuha.
Penyerahan hunian darurat dilakukan pada Sabtu, 3 Januari 2026, dan berlangsung sederhana namun sarat makna.
Muhammad Taufiq Ulinuha memimpin langsung prosesi serah terima secara simbolis kepada para penyintas yang selama ini mengungsi di MDA Batu Hula.
“Kami ingin memastikan bahwa respons Muhammadiyah tidak berhenti pada fase tanggap darurat saja, tetapi juga menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taufiq menegaskan bahwa hunian darurat bukan sekadar bangunan fisik.
“Hunian ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga menjadi ruang aman bagi penyintas untuk kembali menata kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan hunian darurat diharapkan dapat “mengurangi beban psikologis warga dan menumbuhkan kembali rasa aman setelah bencana.”
Respons positif datang dari para penerima manfaat. Salah seorang penyintas mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.
“Kami merasa lebih tenang dan aman. Dibandingkan di tempat pengungsian sebelumnya, hunian ini jauh lebih nyaman untuk keluarga,” tuturnya.
Ia menyebut kehadiran hunian darurat membuat para penyintas “bisa beristirahat dengan layak dan mulai bangkit perlahan.”
Selain pembangunan hunian, Tim MDMC Jawa Tengah juga melakukan koordinasi lanjutan dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Batu Hula.
Dukungan pendanaan berasal dari Lazismu Jawa Tengah.
Meski sebagian besar personel telah kembali ke Jawa Tengah, empat personel MDMC masih bertahan selama sepekan ke depan.
“Asistensi lanjutan tetap kami lakukan agar hunian ini benar-benar dimanfaatkan secara optimal,” pungkas Taufiq.
Melalui langkah ini, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya dalam kerja-kerja kemanusiaan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.
(waw)

