Sekjen Kemendagri: Pemda Harus Fokus Tangani Kenaikan Harga Pangan Strategis

Senin, 16 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mengimbau pemerintah daerah (Pemda) untuk mewaspadai potensi kenaikan harga beras dan minyak goreng. Tomsi menyebut, potensi kenaikan tersebut diketahui berdasarkan hasil tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan beberapa waktu lalu.

“Di situ diputuskan bahwa berkaitan dengan beras, beras itu dilaksanakan operasi pasar ya, melalui SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan penyaluran bantuan beras. Bulan Juni dan Juli sudah dimulai,” katanya pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang digelar secara hybrid dari Ruang Sidang Utama (RSU), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (16/6/2025).

Tomsi meminta agar Pemda berfokus pada harga komoditas yang mengalami kenaikan. Adapun berbagai komoditas yang mengalami kenaikan terdiri atas beras, minyak goreng, cabai merah, dan cabai rawit. “Kita fokus pada empat jenis barang tersebut supaya bisa dalam waktu singkat, harganya akan lebih baik atau menurun,” tambahnya.

Tomsi mengungkapkan, harga beras di sejumlah wilayah, khususnya zona 1 seperti Kota Bandar Lampung, Kota Surabaya, Kabupaten Dompu, Kota Jakarta Timur, dan Kota Jakarta Utara, telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan menembus angka di atas Rp15 ribu per kilogram.

Hal serupa juga terjadi pada minyak goreng. Tomsi menyebutkan, Jakarta Pusat dan Kota Bandung menjadi dua daerah yang tercatat menjual minyak goreng di atas HET, masing-masing dengan harga Rp17.667 dan Rp17.500 per liter. Ia meminta Pemda segera bergerak cepat, khususnya dalam memastikan ketersediaan pasokan.

“Kita bekerja ini dengan pengalaman, begitu kita tahu bahwa pasokan berkurang, maka kita harus paham kita harus berbuat apa. Sehingga, kita tidak menunggu dulu, harga naik baru berbuat. Nah ini saran saya,” ungkapnya.

Meskipun harga minyak goreng secara umum menunjukkan tren penurunan, Tomsi menekankan bahwa HET adalah acuan harga resmi yang harus menjadi pedoman. Ia mengingatkan, tidak ada alasan bagi Pemda untuk membiarkan harga melebihi HET, karena harga tersebut ditentukan oleh pemerintah.

Untuk memperkuat pengawasan, Tomsi meminta Satgas Pangan Polri, khususnya di tingkat kabupaten/kota, agar berkoordinasi dengan Pemda untuk mengecek langsung di lapangan. “Jadi fokus kita rutin ngecek beras dengan minyak,” tandasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Semarak HUT TNI 2026, Disjarahal Hadirkan Muspuspal Digital
Percepat Pembangunan Infrastruktur, Kemendagri Dorong Pemda NTB Perkuat KPDBU
Kemendagri Tekankan Efisiensi Belanja Pegawai bagi Pemda di Maluku
Mendagri Dorong Kompetisi Antardaerah untuk Wujudkan Indonesia ASRI
Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi
Kejadian di Alun-Alun Selatan Jadi Sorotan, Polresta Yogyakarta Dalami Informasi
Dekranas Dorong Sinergi Lintas Lembaga untuk Tingkatkan Daya Saing Perajin Indonesia
Pusterad Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Perkuat Keteladanan dan Pengabdian

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:50 WIB

Semarak HUT TNI 2026, Disjarahal Hadirkan Muspuspal Digital

Sabtu, 19 September 2026 - 19:44 WIB

Percepat Pembangunan Infrastruktur, Kemendagri Dorong Pemda NTB Perkuat KPDBU

Sabtu, 19 September 2026 - 19:36 WIB

Kemendagri Tekankan Efisiensi Belanja Pegawai bagi Pemda di Maluku

Sabtu, 19 September 2026 - 10:23 WIB

Mendagri Dorong Kompetisi Antardaerah untuk Wujudkan Indonesia ASRI

Sabtu, 19 September 2026 - 10:17 WIB

Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi

Berita Terbaru