SMP MBS Al Badar Prambanan Hadir dengan Konsep Pesantren Tanpa Mondok

‎RILISINFO.COM, Sleman – Kehadiran SMP MBS Al Badar Prambanan menandai penguatan model pendidikan pesantren modern di Yogyakarta.

‎Sekolah ini mengusung konsep pesantren tanpa mondok, namun tetap menanamkan nilai religius, karakter, dan akademik secara seimbang melalui sistem full day school.

‎Peresmian sekolah dilakukan oleh Prof Din Syamsuddin, MA, yang menyebut MBS Yogyakarta sebagai inspirasi pendidikan Islam progresif.

‎“MBS berhasil memadukan nilai keislaman, karakter, dan kecakapan akademik secara harmonis,” ujar Din.

‎Ia menilai pendekatan ini relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.
‎Menurut Din, pengaruh MBS Yogyakarta melampaui batas daerah.

‎“Dari 446 pesantren Muhammadiyah, banyak yang meniru konsep MBS Prambanan. Ini menunjukkan MBS telah menjadi rujukan nasional,” katanya.

‎Ia juga menekankan pengakuan internasional MBS melalui muadalah Al-Azhar Mesir.

‎Kepala SMP MBS Al Badar Prambanan, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa sekolah ini dirancang bagi keluarga yang menginginkan pendidikan pesantren tanpa harus mondok.

‎“Siswa belajar sampai sore, tetapi tetap mendapatkan pendidikan tahfidz, Bahasa Arab, dan pembentukan akhlak santri,” ujarnya.

‎Dalam kesempatan yang sama, MBS Yogyakarta juga meluncurkan unit usaha Kafana, yang bergerak di bidang konveksi busana muslim.

‎“Seluruh keuntungan usaha digunakan untuk menopang operasional pendidikan,” kata Din.

‎Dengan Kafana, MBS kini memiliki 22 unit usaha, memperkuat posisinya sebagai pesantren mandiri berbasis pemberdayaan ekonomi.

(waw)