Talqis Nurdianto Dorong Mahasiswa Universitas Al-Azhar Aktif Menulis Buku Ajar dan Referensi

RILISINFO.COM, Kairo — Dosen Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Talqis Nurdianto, menggagas penguatan literasi akademik mahasiswa Indonesia di Mesir melalui workshop penulisan buku referensi dan buku ajar. Kegiatan ini digelar bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir di Kairo, Jumat (24/3/2026).

Ketua PCIM Mesir, Fathi Fathurrahman Saputra, menyambut positif program pengabdian tersebut. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan antara UMY dan PCIM Mesir, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas literasi mahasiswa pascasarjana Universitas Al-Azhar.

“Program ini menjadi pijakan penting agar kader Muhammadiyah di luar negeri dapat berkontribusi melalui karya ilmiah sebelum kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Talqis menegaskan, Kairo sebagai pusat keilmuan Islam memiliki kekayaan literatur yang sangat besar. Kondisi itu dinilai tepat untuk mendorong lahirnya karya-karya akademik baru, khususnya di bidang bahasa Arab dan studi keislaman.

Menurut dia, workshop ini dirancang untuk mengajak mahasiswa pascasarjana Al-Azhar aktif menulis dan mengembangkan literatur yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di Indonesia, khususnya di lingkungan Muhammadiyah.

“Kami ingin hasil tulisan peserta dapat menjadi rujukan dan bahan ajar yang mudah diakses, serta bisa dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan Muhammadiyah di Tanah Air,” katanya.

Kegiatan yang diikuti 20 mahasiswa anggota PCIM Mesir ini berlangsung di ruang KH Haedar Nashir, Markaz Dakwah PCIM Mesir. Pelatihan dibagi dalam sejumlah bidang penulisan, antara lain buku pembelajaran bahasa Arab, tafsir Al-Qur’an, hadis, fikih kontemporer, syariah, dan ushuluddin.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan konsep, strategi penulisan, hingga penyesuaian dengan kurikulum pendidikan Muhammadiyah. Setiap peserta diwajibkan menghasilkan satu karya tulis sebagai luaran kegiatan, yang diharapkan dapat diterbitkan dan menjadi referensi pembelajaran di Indonesia. (aga/ihd)