RILISINFO.COM, Sleman — Posyandu Asparagus II Babadan Baru, Kentungan, Condongcatur, Sleman, membawa nama DIY dalam verifikasi Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi tingkat pusat.
Verifikasi berlangsung daring melalui Zoom Meeting, Jumat (25/9/2026), dengan tim Asparagus II mengikuti tahapan tersebut dari Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.
Asparagus II menjadi satu dari 35 Posyandu perwakilan provinsi yang mengikuti verifikasi dan wawancara tingkat nasional tahun 2026 secara daring.
Sesi verifikasi Asparagus II berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB, setelah sebelumnya tercatat sebagai wakil DIY berdasarkan dokumen Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Keikutsertaan tersebut tercantum dalam Lampiran 4 Surat Kementerian Kesehatan RI Nomor PK.06.02/B.IV/878/2026 tertanggal 15 September 2026.
Dalam dokumen tersebut, Asparagus II tercatat sebagai wakil DIY dalam daftar Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Provinsi Tahun 2026.
Tim Asparagus II dipimpin Novita Savitri sebagai ketua, didampingi Muflichah, Gian Hartati, Marlia Dwi, serta Hartini selama tahapan verifikasi nasional.
Novita memaparkan profil Posyandu, capaian program, pelayanan berbasis siklus hidup, peningkatan kapasitas kader, pendampingan keluarga, serta berbagai praktik baik.
“Kami bersyukur dapat sampai pada tahapan nasional dan mewakili DIY. Ini menjadi kesempatan menunjukkan kerja bersama kader dan masyarakat,” kata Novita.
Menurut Novita, perjalanan menuju tingkat nasional bukan semata-mata pencapaian individu, melainkan hasil kerja bersama kader, masyarakat, serta dukungan berbagai pihak.
“Bagi kami, ini bukan hanya tentang penilaian, tetapi kesempatan untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Verifikasi tingkat pusat melibatkan sejumlah unsur lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, serta Kementerian Kesehatan.
Kementerian Kesehatan menyebut apresiasi Posyandu juga menjadi instrumen pembinaan dan penjaminan mutu untuk mengukur capaian serta menemukan praktik pelayanan terbaik.
Dukungan kepada Asparagus II terlihat melalui kehadiran Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama jajaran pemerintah daerah dan tenaga kesehatan.
Danang mengapresiasi kader, pengurus, masyarakat, serta berbagai pihak yang berkontribusi membangun Posyandu Asparagus II hingga mewakili DIY tingkat nasional.
“Posyandu bukan sekadar tempat pelayanan kesehatan masyarakat. Posyandu merupakan salah satu ujung tombak pembangunan manusia,” kata Danang Maharsa.
Danang menegaskan keberhasilan Posyandu tidak hanya ditentukan sarana maupun administrasi, tetapi semangat kader, partisipasi masyarakat, inovasi, serta kolaborasi.
Asparagus II memiliki 20 kader dengan komposisi empat kader utama, empat madya, dan 12 purwa yang terus mendapatkan peningkatan kapasitas.
Pelayanan menggunakan pendekatan siklus hidup, mulai ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa hingga lansia, diperkuat melalui kunjungan rumah.
Data 2025 mencatat pelayanan ibu hamil serta bayi dan balita mencapai 100 persen, sementara kelompok dewasa mencapai 84,52 persen.
Asparagus II juga mencatat zero stunting, imunisasi dasar lengkap 100 persen, serta angka bebas jentik mencapai lebih dari 95 persen.
Praktik baik meliputi kunjungan rumah, edukasi keluarga, pendampingan ASI, perawatan bayi prematur, pemantauan tumbuh kembang, serta kesehatan ibu.
“Apa pun hasilnya, kami ingin terus belajar, berinovasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Novita menegaskan komitmen kader.
Bagi Asparagus II, verifikasi nasional bukan garis akhir, melainkan momentum memperlihatkan pelayanan berbasis masyarakat sekaligus memperoleh pengalaman untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Semangat tersebut dirangkum melalui pesan “Sehat, Peduli, Bersama, Berdaya” dan “Bersama untuk Generasi Sehat” yang dibawa para kader Asparagus II.
Dari Babadan Baru, Asparagus II membawa nama Condongcatur, Sleman, dan DIY ke panggung nasional melalui pelayanan kesehatan, kolaborasi, serta gotong royong.(ady)















