Wamendagri Bima Dorong Mitigasi Bencana Jadi Bagian Penting dalam Perencanaan Daerah

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya memasukkan mitigasi risiko bencana sejak tahap perencanaan pembangunan daerah. Langkah tersebut perlu didukung tata ruang yang mempertimbangkan potensi bencana serta sistem yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak.

Menurut Bima, pendekatan tersebut penting agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pembangunan, tetapi juga memperhitungkan keselamatan masyarakat dan ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai risiko bencana.

“[Yaitu] tata ruang yang bisa memitigasi terjadinya berbagai macam persoalan sosial, kemasyarakatan, dan juga force majeure,” ungkap Bima saat memberikan sambutan pada Seminar Administrasi Pemerintahan Daerah Jepang-Indonesia Tahun 2026 bertema “Meningkatkan Ketahanan Daerah terhadap Bencana: Upaya Pencegahan dan Mitigasi Bencana oleh Pemerintah Daerah” di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Bima menjelaskan, penguatan ketahanan daerah menjadi penting berkaca pada berbagai ujian yang pernah dihadapi Indonesia, mulai dari krisis moneter hingga berbagai bencana alam. Berbagai pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk membangun sistem yang semakin tangguh dalam menghadapi bencana maupun perubahan.

Dalam konteks tersebut, pemerintah pusat terus menyusun kebijakan dan rencana pembangunan yang diterapkan hingga ke daerah dengan mempertimbangkan kondisi, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini berfungsi untuk mengayomi, berfungsi juga untuk menyamakan standar pelayanan publik, dan berfungsi untuk mengingatkan sekaligus untuk menilai setiap perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Dan kami sesuaikan implementasinya sesuai dengan kemampuan lokal masing-masing,” jelas Bima.

Selain perencanaan pembangunan dan tata ruang, Bima menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ketahanan daerah. Keterlibatan masyarakat, tokoh setempat, organisasi nonpemerintah, hingga perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperkuat gotong royong dan koordinasi.

Karena itu, Bima mendorong keterlibatan berbagai pihak dilakukan sejak tahap perencanaan, bukan hanya ketika bencana telah terjadi. Masyarakat, komunitas, akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya perlu duduk bersama sejak awal untuk memetakan risiko sekaligus menyiapkan langkah mitigasi.

“Bukan lagi mengakomodir, bukan lagi mengundang tapi mengajak semua pihak untuk duduk bersama mulai dari perencanaan. Warga, stakeholders, komunitas, akademia, researchers harus duduk bersama-sama mulai dari perencanaan. Bukan mengundang mereka ketika terjadinya bencana,” ungkapnya.

Bima juga menyoroti pentingnya pembelajaran dan kerja sama internasional dalam memperkuat ketahanan daerah. Salah satunya melalui kerja sama Indonesia dan Jepang dalam forum Seminar Administrasi Pemerintahan Daerah Jepang-Indonesia Tahun 2026. Pengalaman Jepang menghadapi berbagai bencana dinilai dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia, termasuk dalam memperkuat kesiapsiagaan dan mengembangkan alternatif pendanaan kebencanaan.

“Dan kami bersyukur pada forum ini bisa belajar banyak hal dari saudara-saudara kami di Jepang yang telah teruji dari masa ke masa untuk menguatkan kesiapan menghadapi kebencanaan termasuk dalam hal juga pendanaan,” kata Bima.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan Pemerintah Jepang dan Indonesia, termasuk pejabat Kemendagri dan pemerintah daerah (Pemda).(lsi)

Sumber : Pusat Penerangan/Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Taklimat Presiden di Hadapan 800 Pati TNI-Polri, Mendagri Tito Ikut Hadir
Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Percepat Kepemilikan Akta Kelahiran Anak
Wamendagri Bima Minta Pemda Perkuat Mitigasi dan Ketangguhan Hadapi Bencana
Perkuat Pelayanan Dasar, TP Posyandu dan TP PKK Dorong Implementasi 6 SPM di NTT
Mendagri Tito Bahas Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Bersama Pemkab Malinau
Jalan dan Jembatan Nasional di Sumatera Pulih 100 Persen Pascabencana
Ekonomi Masyarakat Mulai Pulih, Satgas PRR Tegaskan Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut
Kemendagri Dorong Pemda Perketat Pengendalian Harga dan Pasokan Pangan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Taklimat Presiden di Hadapan 800 Pati TNI-Polri, Mendagri Tito Ikut Hadir

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Percepat Kepemilikan Akta Kelahiran Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Wamendagri Bima Minta Pemda Perkuat Mitigasi dan Ketangguhan Hadapi Bencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Perkuat Pelayanan Dasar, TP Posyandu dan TP PKK Dorong Implementasi 6 SPM di NTT

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Mendagri Tito Bahas Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Bersama Pemkab Malinau

Berita Terbaru