Bethel Area Jogja Rayakan HUT ke-2, Teguhkan Komitmen Pulih dan Bertumbuh Bersama

RILISINFO.COM, YOGYAKARTA — Gereja Bethel Area Jogja merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-2 pada Minggu, (9/8/26), di Hotel POP Yogyakarta lantai 2.Perayaan HUT ke-2 Bethel Area Jogja turut dihadiri sejumlah pimpinan dan gembala gereja. Hadir Pdm. Debora Pitaloka selaku Bendahara Perwakilan Perwil 2 GBI DIY, Pdm. Dr. Wisnu Prabowo, M.H. selaku Gembala Bethel Area Gosyen, serta Pdt. Dr. Gideon Rusli, M.Th. selaku Gembala Bethel Area. Mengusung tema “Pulih, Bertumbuh Bersama, Menjadi Berkat bagi Kota,” perayaan tersebut menjadi momentum untuk mengajak jemaat mengalami pemulihan, bertumbuh dalam iman, serta menghadirkan dampak positif bagi lingkungan dan Kota Yogyakarta.

Tema HUT ke-2 Bethel Area Jogja tersebut lahir dari hasil doa dan perenungan terhadap kondisi kehidupan di sekitar. Gereja melihat bahwa tidak sedikit orang yang mengalami kesulitan untuk bertumbuh dan menghasilkan buah dalam kehidupannya karena masih memiliki persoalan yang belum mengalami pemulihan.

Gembala Bethel Area Jogja, Sagita Deo Santosa, menjelaskan bahwa tema tersebut tidak sekadar menjadi slogan perayaan ulang tahun gereja, tetapi merupakan refleksi atas panggilan orang percaya untuk menjadi berkat di tengah lingkungan masing-masing.

Menurut Deo, dalam konteks kekristenan, “berbuah” tidak hanya berbicara mengenai pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kehidupan seseorang dapat memberikan dampak dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya.

“Manusia diciptakan agar hidup sesuai panggilan Tuhan, yaitu menjadi berkat di bidang masing-masing yang Tuhan sudah percayakan,” ujar Deo

Pesan mengenai pemulihan juga menjadi salah satu bagian utama dalam khotbah Pdt. Dr. Gideon Rusli, M.Th, selaku Gembala Bethel Area Salatiga.

Gideon menyampaikan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, seseorang terkadang hanya dituntut untuk menjadi baik, rohani, dan disiplin. Namun, menurutnya, tuntutan tersebut tidak cukup apabila persoalan yang menjadi akar masalah dalam kehidupan seseorang belum diselesaikan.

“Tuhan rindu kita semua pulih,” ungkap Gideon dalam khotbahnya.

Ia menggunakan ilustrasi tulang yang patah untuk menggambarkan kondisi seseorang yang sedang mengalami persoalan. Menurutnya, sesuatu yang rusak perlu dipulihkan terlebih dahulu sebelum dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Gideon menegaskan bahwa seseorang tidak dapat serta-merta hanya didisiplinkan tanpa memahami dan menyelesaikan akar persoalannya. Perubahan yang terjadi tanpa menyentuh akar masalah berpotensi hanya bersifat sementara.

“Kalau akarnya, akar masalahnya tidak dibereskan, balik lagi,” jelasnya.

Ia kemudian menghubungkan proses pemulihan dengan analogi tanaman. Dalam Alkitab, tanaman dan pohon kerap digunakan sebagai gambaran kehidupan manusia dan pertumbuhan iman.

“Pohon tidak akan bisa berbuah dengan baik kalau tidak sehat. Jadi, Tuhan rindu kita semua bisa pulih dulu, tumbuh dengan sehat, kemudian berbuah,” tutur Gideon.

Pesan tersebut selaras dengan tema HUT ke-2 Bethel Area Jogja: pulih terlebih dahulu, kemudian bertumbuh bersama, dan akhirnya menjadi berkat bagi kota.

Tema “Pulih, Bertumbuh Bersama, Menjadi Berkat bagi Kota” menempatkan pemulihan sebagai bagian penting dalam perjalanan iman.

Pemulihan dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai fondasi untuk membangun kehidupan yang sehat sehingga seseorang dapat bertumbuh bersama komunitas dan menjalankan panggilan Tuhan di bidang yang dipercayakan kepadanya.

Dalam konteks tersebut, gereja diharapkan tidak hanya menjadi tempat bagi orang-orang yang sudah merasa kuat secara rohani, tetapi juga menjadi ruang untuk mengalami pemulihan dan pertumbuhan bersama.

Gideon juga mengajak jemaat Bethel Area Jogja untuk terus menguatkan dan meneguhkan hati dalam menjalani pelayanan ke depan.

“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu lebih lagi. Maju terus, memenangkan kota ini lebih lagi dari sisi yang berbeda,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa visi “Pulih, Bertumbuh, Jadi Berkat” merupakan panggilan yang relevan bagi setiap orang percaya.

“Kalau kita belum pulih, gimana mau memulihkan orang-orang di sebelah kita?” tegas Gideon.

Memasuki tahun ketiga perjalanan pelayanan, Bethel Area Jogja diharapkan dapat semakin kuat dan matang dalam menjalankan panggilan pelayanannya.

Gideon menyampaikan optimisme bahwa dalam beberapa tahun ke depan, proses yang sedang dibangun bersama akan semakin menunjukkan hasil.

“Menurut saya nanti dalam tiga tahun semua akan matang. Jadi tenang. Bapak, Ibu, dan seluruh jemaat Tuhan, kita satu tahun ke depan akan lebih kuat dan matang,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung perjalanan pelayanan Bethel Area Jogja.

Dalam kesempatan tersebut, Gideon secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Pdm. Debora Pitaloka, selaku Bendahara Perwakilan Perwil 2 GBI DIY, serta Pdm. Dr. Wisnu Prabowo, M.H, selaku Gembala Bethel Area Gosyen, beserta keluarga dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan pelayanan di Yogyakarta.

Ia berharap hubungan dan kebersamaan antarkeluarga gereja di Yogyakarta dapat terus terjalin dan saling menguatkan.

“Harapannya dua keluarga ini bisa saling menguatkan sehingga kita bisa bertumbuh lebih baik lagi untuk kemuliaan nama Tuhan,” ungkapnya.

Perayaan HUT ke-2 Bethel Area Jogja tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia gereja, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan pelayanan sekaligus meneguhkan arah ke depan.

Melalui tema “Pulih, Bertumbuh Bersama, Menjadi Berkat bagi Kota,” Bethel Area Jogja membawa pesan bahwa kehidupan orang percaya tidak berhenti pada pemulihan diri.

Setelah mengalami pemulihan, setiap pribadi dipanggil untuk terus bertumbuh bersama komunitas dan menggunakan kehidupan serta bidang yang dipercayakan Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Dengan semangat tersebut, Bethel Area Jogja memasuki tahun pelayanan berikutnya dengan harapan dapat semakin matang, kuat, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta Kota Yogyakarta.

“Pulih, Bertumbuh Bersama, Menjadi Berkat bagi Kota” menjadi sebuah ajakan untuk tidak hanya bertumbuh bagi diri sendiri, tetapi menghadirkan kehidupan yang berdampak bagi sesama dan menjadi berkat di tengah kota. (Aga)