Laluna dan Kevin Warnai Wisuda UMY 2026 dengan Kisah Perjuangan dan Kerendahan Hati

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Kevin Kristian Chandra, Wisudawan UMY prodi MARS saat menyampaikan sambutan dalam prosesi wisuda UMY

Kevin Kristian Chandra, Wisudawan UMY prodi MARS saat menyampaikan sambutan dalam prosesi wisuda UMY

RILISINFO.COM, Yogyakarta – Langit masih gelap ketika Laluna Imtisal meninggalkan rumahnya di Prambanan untuk mengejar kereta atau bus menuju Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Perjalanan itu harus ditempuhnya pada tahun-tahun awal perkuliahan agar dapat tiba tepat waktu untuk mengikuti kelas yang dimulai pukul 07.00 WIB.

Pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari cerita perjuangannya meraih gelar sarjana. Pada Rabu (16/9), Laluna berdiri sebagai salah satu perwakilan lulusan dalam Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 UMY hari pertama.

Laluna, wisudawati Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sekaligus penerima Beasiswa Kader Unggul Muhammadiyah (KAUM), menyampaikan sambutan bersama Kevin Kristian Chandra, wisudawan Program Magister Administrasi Rumah Sakit.

Keduanya membagikan pengalaman selama menempuh pendidikan sekaligus mengajak para lulusan membawa nilai perjuangan, kerendahan hati, dan kebermanfaatan ketika memasuki babak kehidupan berikutnya.

Beasiswa Membuka Jalan Pendidikan

Bagi Laluna, kesempatan melanjutkan pendidikan memiliki arti penting dalam perjalanan hidupnya. Ia tumbuh di lingkungan keluarga Muhammadiyah dan sejak kecil telah akrab dengan berbagai kegiatan persyarikatan.

Lingkungan tersebut mengantarkannya menempuh pendidikan di sekolah Muhammadiyah hingga perguruan tinggi. Namun, ketika hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas, Laluna menyadari bahwa ia membutuhkan kesempatan yang dapat membuka jalan.

Kesempatan itu hadir melalui Beasiswa KAUM di UMY. Baginya, beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan amanah dan kesempatan untuk bertumbuh selama menjalani perkuliahan.

Perjalanan dari Prambanan menuju kampus menjadi salah satu bagian yang membentuk ketangguhannya. Ia harus berangkat sejak dini hari dan berganti moda transportasi agar tidak terlambat mengikuti perkuliahan.

“Kalau mengingatnya sekarang, mungkin terdengar lucu. Namun, setelah melewatinya, saya belajar bahwa kisah yang berarti dan keberanian yang terbentuk terkadang datang dari pengalaman yang paling tidak nyaman,” tutur Laluna.

Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa perjuangan tidak selalu hadir melalui peristiwa besar. Ketekunan menjalani rutinitas yang sulit juga dapat menumbuhkan keberanian dan membentuk cara seseorang memandang kehidupan.

Kerendahan Hati Menjadi Kunci Belajar

Pesan mengenai proses belajar juga disampaikan Kevin. Selama menempuh pendidikan di UMY, ia menemukan bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui kegiatan membaca dan mendengarkan penjelasan di dalam kelas.

Diskusi bersama dosen, pengalaman akademik, serta berbagai perjumpaan dengan orang lain membuatnya memahami pentingnya kerendahan hati dalam proses pengembangan diri.

“Kerendahan hati adalah kunci utama untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Kevin mengajak para lulusan untuk mempertahankan semangat belajar setelah meninggalkan bangku kuliah. Menurutnya, para lulusan perlu tetap rendah hati, bersyukur, dan bersedia membagikan ilmu yang telah diperoleh kepada orang lain.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi wisudawan dalam memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Gelar Bukan Akhir Perjalanan

Bagi Laluna dan Kevin, wisuda bukan hanya perayaan atas selesainya masa pendidikan. Di balik gelar yang diperoleh, terdapat proses panjang berupa perjuangan, kesempatan, perjumpaan, dan pembelajaran yang membentuk cara pandang setiap lulusan.

Dalam sambutannya, Laluna mengajak para wisudawan memastikan gelar yang diperoleh mampu menghadirkan manfaat nyata. Ilmu yang telah dipelajari di kampus diharapkan tidak berhenti menjadi pengetahuan pribadi, tetapi dapat digunakan untuk membantu orang lain serta mengharumkan nama universitas, bangsa, dan negara.

Pesan serupa disampaikan Kevin. Ia mengajak para lulusan menyambut babak kehidupan baru dengan rasa syukur, tanggung jawab, dan kerendahan hati.

Hari wisuda pun menjadi titik peralihan bagi para lulusan UMY. Mereka meninggalkan kampus tidak hanya dengan membawa gelar, tetapi juga pengalaman dan nilai yang diharapkan menjadi bekal untuk terus bertumbuh serta memberikan manfaat di tengah masyarakat. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Gelar Mangkubumi Menguat, Benarkah Takhta Yogyakarta Menuju Perempuan?
Hasto Wardoyo dan Harda Kiswaya Kawal Derbi PSIM-PSS Damai
Tim Pendamping Datangi LPSK, Ajukan Perlindungan bagi Korban dan Sejumlah Saksi
PSIM-PSS Sepakat Damai, Rivalitas Panas Tak Boleh Jadi Gesekan Suporter
Proyek SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta Dihentikan Usai Cor Basah Timpa Empat Motor Warga
Andityas Hercahyono “KIM” Genap 47 Tahun, Pengusaha yang Tetap Setia pada Dunia Musik
Pemkot Yogyakarta Gencarkan Vaksinasi Rabies Gratis bagi Hewan Peliharaan
Semarakkan Jogja, Konser “Bintang Masa Depan #168” Ajak Aldi Taher hingga Yunan Helmi Unjuk Gigi

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:32 WIB

Gelar Mangkubumi Menguat, Benarkah Takhta Yogyakarta Menuju Perempuan?

Rabu, 16 September 2026 - 15:29 WIB

Hasto Wardoyo dan Harda Kiswaya Kawal Derbi PSIM-PSS Damai

Rabu, 16 September 2026 - 15:01 WIB

Tim Pendamping Datangi LPSK, Ajukan Perlindungan bagi Korban dan Sejumlah Saksi

Rabu, 16 September 2026 - 14:20 WIB

Laluna dan Kevin Warnai Wisuda UMY 2026 dengan Kisah Perjuangan dan Kerendahan Hati

Rabu, 16 September 2026 - 13:20 WIB

Proyek SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta Dihentikan Usai Cor Basah Timpa Empat Motor Warga

Berita Terbaru

Yogyakarta

Hasto Wardoyo dan Harda Kiswaya Kawal Derbi PSIM-PSS Damai

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:29 WIB