Auranala Dibawa Kemenbud dan LPDP Unjuk Gigi di Busan Performing Arts Festival 2026

Minggu, 20 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Surakarta — Grup musik asal Surakarta, Auranala, membawa kekayaan musik Indonesia ke panggung internasional melalui keikutsertaannya dalam Busan Performing Arts Festival 2026 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Busan, Korea Selatan.

Dalam festival tersebut, Auranala berkolaborasi dengan seniman musik tradisi dan modern asal Indonesia, Woro Mustiko, melalui pertunjukan bertajuk “Lost in Harmony – Indonesia”. Penampilan ini mengusung perpaduan musik elektronik modern dengan elemen musik tradisional Jawa.

Keikutsertaan Auranala dalam festival internasional tersebut mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan LPDP melalui Dana Indonesia Raya. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan ekosistem seni dan budaya sekaligus memperluas akses serta promosi karya seni Indonesia di tingkat internasional.

Melalui panggung Busan Performing Arts Festival 2026, Auranala yang beranggotakan Dimas Pratama, Nandang Dwi Prasetyo, dan Robertus Grassianus Bagus membawa pendekatan musik yang mempertemukan eksplorasi elektronik dengan identitas budaya Nusantara.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Jawa dapat terus hidup dan berkembang melalui berbagai bentuk ekspresi. Musik modern dan tradisi bukan sesuatu yang harus dipertentangkan, tetapi dapat bertemu dan menciptakan karya baru,” menjadi semangat yang diusung Auranala dalam penampilannya.

Dalam pertunjukan di Busan, Auranala feat. Woro Mustiko membawakan sejumlah karya, yakni Dhandhaka Soliloquy, Lumaku, Bintang-Bintang, Kangen Ini Laut Tak Bertepi, Sesat Fikir, Medley Nusantara, serta Arirang.

Konsep “Lost in Harmony – Indonesia” dirancang untuk menghadirkan musik Indonesia dalam format yang lebih modern sekaligus tetap mempertahankan karakter budaya lokal.

Eksplorasi tersebut menjadi bagian dari upaya Auranala mempertemukan musik elektronik atau EDM dengan elemen musik tradisional Jawa. Pendekatan ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman pertunjukan yang relevan bagi penonton masa kini sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada audiens internasional.

Kolaborasi dengan Woro Mustiko memperkuat karakter tradisional dalam pertunjukan tersebut. Woro dikenal sebagai penyanyi keroncong, pesinden, penari, dan dalang yang aktif membawa kesenian Jawa ke berbagai panggung.

Woro sebelumnya terlibat dalam proyek musik Di Atas Rata-Rata (DARR) yang digagas Erwin Gutawa dan Gita Gutawa. Ia juga berkolaborasi dengan Erwin Gutawa Orchestra dalam sejumlah pertunjukan berskala besar.

Di panggung internasional, Woro pernah tampil sebagai dalang dengan membawakan lakon pewayangan dalam bahasa Inggris di hadapan para pemimpin dunia dalam rangkaian Gala Dinner G20 Presidency di Candi Prambanan.

Auranala diperkuat tiga musisi dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam.

Dimas Pratama dikenal sebagai penyanyi dan DJ yang aktif memproduksi karya-karya musik Jawa dalam berbagai genre, termasuk keroncong, dangdut, dan pop. Ia pernah terlibat dalam sejumlah agenda musik, antara lain Tribute to Living Legend Waldjinah, Solo Keroncong Festival 2021, Tong Tong Fair Netherlands 2022, serta Solo Keroncong Festival 2024.

Dimas juga memiliki label musik OLart dan pernah mewakili Kota Surakarta sebagai bagian dari tim Focal Point Surakarta sebagai kota kreatif UNESCO bidang kerajinan dan kesenian rakyat pada 2024 di Braga, Portugal.

Sementara itu, Nandang Dwi Prasetyo merupakan gitaris asal Surakarta yang telah merilis sejumlah karya, antara lain “Musim” pada 2024, “Tanpa Memandang” pada 2025, serta “Imajiner” yang berkolaborasi dengan Tiara Eka Tanamas.

Nandang juga aktif dalam berbagai pertunjukan seni dan proyek musik lintas genre, termasuk mengiringi pertunjukan kesenian tradisional dan mengeksplorasi perpaduannya dengan musik modern.

Adapun Robertus Grassianus Bagus merupakan musisi, komposer, arranger, dan instrumentalis flute yang aktif dalam pengembangan musik keroncong kontemporer.

Bagus dikenal melalui eksplorasi aransemen crossover yang mempertemukan format orkes keroncong dengan repertoar musik klasik Barat maupun musik populer. Ia juga terlibat dalam berbagai proyek rekaman dan pertunjukan bersama sejumlah seniman, termasuk vokalis Sruti Respati serta proyek penghormatan terhadap maestro keroncong Waldjinah.

Partisipasi Auranala dalam Busan Performing Arts Festival 2026 menjadi salah satu ruang bagi musisi muda Indonesia untuk memperluas jejaring dan apresiasi seni di tingkat internasional.

Dukungan pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan dan LPDP melalui Dana Indonesia Raya turut membuka ruang bagi karya seni berbasis budaya lokal untuk hadir di panggung internasional.

Melalui penampilan di Korea Selatan, Auranala membawa pesan bahwa kekayaan budaya Indonesia dapat terus dikembangkan melalui inovasi dan kolaborasi lintas genre.

Pertunjukan Auranala feat. Woro Mustiko — “Lost in Harmony, Indonesia” diharapkan semakin memperkenalkan musik Indonesia, khususnya musik yang berakar pada budaya Jawa, kepada masyarakat internasional.

Dari Surakarta menuju Busan, Auranala membawa harmoni Indonesia ke panggung dunia. (Aga)

Berita Terkait

‎Jelang HUT TNI, Kodim Wonosobo Sunat Massal 14 Anak
‎WNA India Lapor Kapolres, Polisi Cek Perempuan Kudus hingga Kondusif
Lebih dari 200 Bangunan di Sempadan Sungai Tuntang Lama Dibongkar Satpol PP Demak
UBISA Anugerahkan Penghargaan kepada Kasatgas Pusat Studi Kepolisian
“Ada Aku”, Lagu Baru Tiya Rima untuk Mereka yang Sedang Berjuang
Cegah Penipuan Digital, Mahasiswa UGM Edukasi Warga Pokoh Kidul Wonogiri
Polri Perkuat Transformasi Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Teknologi
Festival Literasi Pekalongan: Waspadai Jebakan Algoritma di Balik Ilusi Melek Digital

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:21 WIB

‎Jelang HUT TNI, Kodim Wonosobo Sunat Massal 14 Anak

Minggu, 20 September 2026 - 01:20 WIB

Auranala Dibawa Kemenbud dan LPDP Unjuk Gigi di Busan Performing Arts Festival 2026

Jumat, 18 September 2026 - 10:43 WIB

‎WNA India Lapor Kapolres, Polisi Cek Perempuan Kudus hingga Kondusif

Kamis, 17 September 2026 - 14:50 WIB

Lebih dari 200 Bangunan di Sempadan Sungai Tuntang Lama Dibongkar Satpol PP Demak

Selasa, 15 September 2026 - 16:10 WIB

UBISA Anugerahkan Penghargaan kepada Kasatgas Pusat Studi Kepolisian

Berita Terbaru

jawa tengah

‎Jelang HUT TNI, Kodim Wonosobo Sunat Massal 14 Anak

Senin, 21 Sep 2026 - 09:21 WIB