Soroti Proses Pertumbuhan Pendiri Muhammadiyah, Film ‘DARWISY’ Targetkan Tayang Bioskop November 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Bantul – Sebelum dikenal sebagai KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, ia hanyalah seorang anak bernama Muhammad Darwisy. Masa kecil tokoh besar Islam ini kini diangkat ke layar lebar melalui film DARWISY, yang menjanjikan sudut pandang berbeda tentang perjalanan sang pendiri Muhammadiyah.
‎
‎Bukan sekadar mengulang sejarah, film produksi Langit Pictures Indonesia ini mengajak penonton menelusuri kehidupan Darwisy ketika masih anak-anak, mulai dari hubungan keluarga, persahabatan, hingga karakter dan spiritualitas yang mulai tumbuh sejak dini.
‎
‎Film DARWISY diperkenalkan dalam rangkaian Silatnas di Prime UMY Hotel Convention, Yogyakarta, Sabtu (24/10/2026). Proyek tersebut dikembangkan bersama Yayasan KHA Dahlan dan LPEK PP Muhammadiyah.
‎
‎Berbeda dengan film Sang Pencerah yang dirilis pada 2010, DARWISY mengambil sudut pandang lebih awal dengan menggali kehidupan Ahmad Dahlan sebelum dikenal sebagai tokoh besar yang mendirikan Muhammadiyah.
‎
‎Perwakilan keluarga keturunan KH Ahmad Dahlan, Nur Aisyah, mengatakan masyarakat perlu mengenali sosok Darwisy sebelum memahami perjalanan hidupnya hingga menjadi tokoh berpengaruh.
‎
‎“Kita harus mengenali seseorang yang selama ini itu sudah tampil menjadi dewasa. Dicari ke belakang, siapa dia? Ternyata Darwisy,” kata Nur Aisyah.
‎
‎Menurut Nur, film tersebut diharapkan mampu memperkenalkan Muhammad Darwisy sebagai seorang anak, bukan langsung menghadirkannya sebagai sosok KH Ahmad Dahlan yang telah dikenal masyarakat.
‎
‎“Bahkan ketika orang masuk, mereka enggak tahu itu Kiai Haji Ahmad Dahlan,” ujarnya, menjelaskan pendekatan cerita yang ingin memberikan pengalaman berbeda kepada penonton.
‎
‎Nur menggambarkan penonton mungkin baru menyadari identitas tokoh yang mereka saksikan setelah cerita berakhir. Pendekatan itu diharapkan membuat perjalanan Darwisy terasa lebih dekat dan manusiawi.
‎
‎Bukan Sekuel Sang Pencerah
‎
‎Produser DARWISY, Ferly Halim, menegaskan film tersebut bukan sekuel Sang Pencerah. Film ini justru berfokus pada kehidupan seorang anak yang sedang tumbuh bersama keluarga dan teman-temannya.
‎
‎“Film Darwisy itu adalah film yang bergenre anak-anak, inspirasi, dan bertualang,” kata Ferly, menjelaskan konsep cerita yang dikembangkan tim produksi.
‎
‎Ia menegaskan DARWISY tidak berfokus pada persoalan politik ataupun kehidupan Ahmad Dahlan setelah dewasa. Cerita diarahkan pada proses pertumbuhan dan pembentukan karakter sejak masa kanak-kanak.
‎
‎“Kita enggak ada bicara politik. Kita enggak ada bicara tentang seseorang yang sudah menjadi seseorang, tapi kita benar-benar membicarakan seseorang yang masih berproses,” ujarnya.
‎
‎Ferly mengatakan penonton akan diajak melihat kehidupan Darwisy melalui hubungan dengan orang tua, pertemanan, serta karakter yang mulai menonjol ketika masih kecil.
‎
‎“Bagaimana dia berbakti dengan orang tua, bagaimana spiritualnya yang tajam, bagaimana dia menjadi seorang anak yang memang sudah menonjol,” ungkap Ferly.
‎
‎Menurutnya, cerita sengaja tidak langsung mengarahkan Darwisy menjadi tokoh besar. Penonton akan mengikuti perjalanan seorang anak yang menjalani fase pertumbuhan sebagaimana manusia lainnya.
‎
‎“Darwisy adalah kita semua. Seseorang pasti melewati fase untuk bertumbuh,” kata Ferly.
‎
‎Pernyataan tersebut menegaskan pesan utama film: setiap tokoh besar memiliki perjalanan panjang, termasuk masa kanak-kanak yang menjadi bagian penting dalam pembentukan kepribadian.
‎
‎Riset Tujuh Bulan, Jejak Masa Kecil Terbatas
‎
‎Untuk mengembangkan cerita, tim produksi melakukan riset selama sekitar enam hingga tujuh bulan di Yogyakarta. Penelitian melibatkan keluarga KH Ahmad Dahlan, budayawan, sejarawan, organisasi, hingga museum.
‎
‎“Kami bikin beberapa klaster yang berbeda dengan pertanyaan-pertanyaan yang berbeda juga,” kata Ferly, menjelaskan tahapan pengumpulan informasi untuk membangun cerita.
‎
‎Ia mengungkapkan proses pengembangan naskah masih berlangsung. Tim terus mengevaluasi dan menyusun ulang premis agar cerita memiliki kekuatan dramatis sekaligus tetap menyampaikan pesan yang bermakna.
‎
‎Penulis naskah DARWISY, Ali Ghifari, mengatakan keterbatasan catatan sejarah mengenai kehidupan Muhammad Darwisy ketika kecil menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penulisan cerita.
‎
‎Menurut Ali, masyarakat pada masa itu belum mengetahui bahwa Darwisy kelak menjadi KH Ahmad Dahlan dan mendirikan Muhammadiyah. Akibatnya, kehidupan masa kecilnya tidak terdokumentasikan secara lengkap.
‎
‎“Orang-orang di zaman itu tidak tahu bahwa Muhammad Darwisy kelak akan mendirikan organisasi Islam terbesar, Muhammadiyah,” kata Ali.
‎
‎Ia menjelaskan, tidak semua fragmen kehidupan Darwisy dapat ditemukan melalui sumber sejarah yang tersedia. Kondisi tersebut membuat tim harus mengembangkan cerita secara hati-hati.
‎
‎“Jadi enggak ada yang nyatet bahwa, ‘Wah, anak kecil ini nanti akan jadi hero.’ Pada akhirnya, fragmen-fragmen masa kecil Muhammad Darwisy itu tidak bisa diceritakan utuh karena banyak sekali yang kami enggak bisa temukan,” ujarnya.
‎
‎Ali mengatakan keterbatasan sumber sejarah akhirnya membuka ruang kreativitas bagi tim untuk merancang alur cerita yang tetap menghibur dan memiliki nilai pembelajaran.
‎
‎“Di situlah akhirnya kita punya kebebasan kreatif untuk menciptakan satu cerita yang bisa disajikan tetap jadi hiburan, tapi juga bisa diambil pelajaran di dalamnya,” ungkap Ali.
‎
‎Film Keluarga Ramah Anak
‎
‎Ali menegaskan DARWISY tidak hanya ditujukan kepada penonton anak-anak, tetapi juga dikembangkan sebagai film keluarga ramah anak yang dapat dinikmati bersama.
‎
‎“Film Darwisy yang akan kita hadirkan nanti adalah film yang bukan hanya ditonton anak-anak, tapi ini film keluarga ramah anak,” kata Ali.
‎
‎Ia berharap orang tua mendapatkan bahan refleksi setelah menonton, sedangkan anak-anak memperoleh inspirasi dan pengalaman yang dapat dibagikan kepada teman-teman mereka.
‎
‎“Jadi ketika nanti datang ke bioskop, orang tuanya punya sesuatu untuk dibawa pulang, anaknya punya sesuatu untuk ngajak teman-temannya nonton,” ujarnya.
‎
‎Ferly menambahkan DARWISY tidak akan menjadi film biopik yang hanya menyusun fakta-fakta sejarah kehidupan Ahmad Dahlan. Tim ingin menghadirkan pendekatan penceritaan yang berbeda dari film sejarah pada umumnya.
‎
‎“Jangan berharap menonton film biopik yang sifatnya memapar hanya fakta sejarah saja,” kata Ferly, menegaskan arah kreatif film tersebut.
‎
‎“Kami akan kasih sesuatu yang beda yang biasanya enggak dilakukan sama film-film sejarah di Indonesia untuk merangkum sebuah tokoh,” lanjutnya.
‎
‎Film DARWISY ditargetkan tayang di bioskop pada November 2027. Setelah versi live action, tim produksi juga berencana mengembangkan kisah tersebut dalam format animasi.
‎
‎Melalui penggambaran masa kecil Muhammad Darwisy, Langit Pictures berharap penonton mengenal sisi lain KH Ahmad Dahlan, sekaligus memahami bahwa perjalanan menjadi tokoh besar bermula dari proses bertumbuh sejak dini.(ady)
‎

Berita Terkait

Puncak Bakpia Day 2026 di Pathuk Hadirkan Gunungan Lanang-Wadon dan Pembagian 27.000 Bakpia
Lewat Pendekatan Restorative Justice, Polsek Gondokusuman Tempuh Jalan Damai Kasus Warmindo Gayam
Usung Penguatan Nilai Keimanan, KAWAL Indonesia Selenggarakan Rakerda Tahun 2026 di Yogyakarta
Soroti Kerusakan Lingkungan, Aktivis dan Budayawan Yogyakarta Tuntut Penegakan Hukum Karhutla
Perpaduan Cinta, Bakpia, dan Budaya: Warga Pathuk Yogyakarta Sukses Gelar Bakpia Day ke-14
Ketua BPKN Dorong Kolaborasi Kampus dan Industri, Ajak Guru Besar Turun ke Lapangan
Kemitraan Pemkab Sleman dan Amikom Yogyakarta Luluskan 56 Mahasiswa Penerima Beasiswa Sleman Pintar
Resahkan Pengguna Jalan: Pria 55 Tahun Diamankan Polsek Gondokusuman Usai Beraksi Asusila di Trotoar Cik Ditiro

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:56 WIB

Puncak Bakpia Day 2026 di Pathuk Hadirkan Gunungan Lanang-Wadon dan Pembagian 27.000 Bakpia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Soroti Proses Pertumbuhan Pendiri Muhammadiyah, Film ‘DARWISY’ Targetkan Tayang Bioskop November 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Lewat Pendekatan Restorative Justice, Polsek Gondokusuman Tempuh Jalan Damai Kasus Warmindo Gayam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Usung Penguatan Nilai Keimanan, KAWAL Indonesia Selenggarakan Rakerda Tahun 2026 di Yogyakarta

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Soroti Kerusakan Lingkungan, Aktivis dan Budayawan Yogyakarta Tuntut Penegakan Hukum Karhutla

Berita Terbaru