Tasyakuran Sweet Seventeen Yoga Shaking CJK, Perkuat Silaturahmi dan Pelestarian Budaya

RILISINFO.COM, Kulon Progo – Komunitas Yoga Shaking Bio Energi Ratu Bagus Trah Cokro Joyo Kusumo (CJK) Yogyakarta menggelar Tasyakuran Sweet Seventeen sebagai penanda perjalanan 17 tahun kiprah mereka.

‎Kegiatan penuh makna ini berlangsung pada Minggu (4/1/2026) di Bumi Perkemahan Lembah Pereng, Kulon Progo, dan dihadiri lebih dari seratus anggota Trah Shaking Cokro Joyo Kusumo.

‎Dengan mengusung tema “Shaking Agawe Santosa, Trah Agawe Obah”, acara ini menjadi ruang syukur, silaturahmi, sekaligus perayaan kebudayaan.

‎Beragam agenda digelar dalam pentas tasyakuran tersebut, mulai dari pemotongan tumpeng, pengukuhan Dewan Pengayom Yoga Shaking CJK, pemberian Cejeka Award, hingga hiburan rakyat yang meriah.

‎Setelah rehat, suasana semakin cair lewat MBG (Makan Bareng Gass) dan Wayahe Hokya Hokyaa berupa pentas Limbukan Ringkes, lomba joged, coblos balon, goyang Shaking Ambyar, pembagian door prize, hingga ditutup Tari Gedrug Tolak Mangsuk Angin.

‎“Kami ingin tasyakuran ini membumi, meriah, dan tetap sarat makna,” ujar pembawa acara Yock Suryo di sela kegiatan.

‎Pendiri sekaligus Ketua Yoga Shaking CJK Yogyakarta, Heru Suryanto, menegaskan bahwa perjalanan 17 tahun ini bukanlah hal mudah.

‎“Yoga Shaking CJK berdiri sejak 2 Januari 2009, dan hingga kini sudah beranggotakan sekitar dua ratus orang,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, “Tasyakuran ini adalah wujud rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa.

‎Di usia 17 tahun, kami masih diberi kekuatan untuk terus eksis dan berbagi manfaat melalui kegiatan Shaking.”

‎Momentum penting lainnya adalah pengukuhan RM. Kukuh Hertriasning (Ndoro Aning), Penghageng Cepuri Ndalem Benawan Yogyakarta sekaligus cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, sebagai Pengayom Yoga Shaking CJK.

‎Ndoro Aning menyatakan dukungan penuhnya terhadap komunitas tersebut.

‎“Cara sehat melalui meditasi dan olah gerak ini adalah warisan leluhur. Ini bagian dari budaya Jawa yang perlu dijaga dan dilestarikan,” tutur Ndoro Aning, didampingi istri, RAy. Nine Ganda Prassari.

‎Pemberian Cejeka Award menjadi penutup yang sarat haru dan apresiasi. Empat anggota menerima penghargaan atas dedikasi dan kesetiaan mereka, yakni Nurhayati (66) kategori emas, Sutrisno (73) perak, Puji Setiti (68) perunggu, dan Poniyem (68) paladium.

‎“Saya senang dan bangga sekali, apalagi yang memberikan langsung Ndoro Aning. Bisa salaman dan sungkem, rasanya luar biasa,” ucap Poniyem penuh bahagia.

‎Sementara itu, potongan tumpeng diberikan kepada Tanti (19), anggota termuda, dan Sutrisno (73), anggota tertua, sebagai simbol kesinambungan lintas generasi dalam Yoga Shaking Cokro Joyo Kusumo.

(waw)