Satu Dekade Coast to Coast, Ajang Lari Internasional Perkuat Sport Tourism Yogyakarta

RILISINFO.COM, Jogja – Komunitas Trail Runners Yogyakarta (TRY) kembali menggelar ajang lari lintas ‎alam bergengsi, Coast to Coast (CTC) Night Trail Ultra 2026 pada 14-15 Februari ‎mendatang. ‎ Memasuki penyelenggaraan ke-10 (satu dekade), ajang ini diikuti 5.888 pelari ‎dari 23 negara yang akan menaklukkan rute pesisir selatan Bantul. ‎ Keamanan dan Pengalaman Ultra Malam Hari ‎Race Director CTC 2026, Roostian Gamananda, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya ‎menambah kategori jarak hingga 100K. ‎

Selain rute yang melewati ikon wisata seperti Pantai ‎Depok hingga Gumuk Pasir, standar keamanan menjadi prioritas utama dengan kesiapan ‎850 personel panitia. ‎ “Kami siapkan dua unit Mini ICU untuk mengantisipasi kondisi darurat. Start sengaja dimulai ‎malam hari agar peserta mendapatkan experience lari ultra trail yang nyata, namun tetap ‎terkendali di setiap zona kritis,” ujar Roostian dalam konferensi pers, Minggu (8/2). ‎

Dorongan Fasilitas dan Sport Tourism ‎Ajang yang masuk dalam kalender internasional ITRA ini dinilai efektif mengenalkan potensi ‎ wisata Yogyakarta ke mancanegara. ‎ Anggota DPRD DIY, Mlisman Puja Kesurma, S.P., ‎menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur di wilayah selatan untuk mengimbangi ‎pertumbuhan event internasional. ‎ “Event ini membuka mata dunia bahwa Jogja bukan hanya Malioboro. ‎Kedepannya, ‎pemerintah daerah harus mempercepat pembangunan fasilitas pendukung seperti hotel di ‎area selatan agar wisatawan lebih nyaman,” tegas Mlisman. ‎

Dampak Ekonomi dan Pengembangan IP Event ‎Direktur Pemasaran Pariwisata BPOB, Harfiansa Bimatara, menyebut CTC sebagai contoh ‎sukses pengembangan IP Event berbasis komunitas. ‎ Kemenparekraf berencana ‎meningkatkan skala promosi ajang ini ke pasar global untuk memperkuat ekonomi nasional. ‎ “Kami mengapresiasi konsistensi komunitas selama 10 tahun. Ini sejalan dengan program ‎menteri untuk mengembangkan sport tourism yang memiliki dampak ekonomi, sosial, dan ‎budaya yang nyata bagi masyarakat lokal,” pungkas Harfiansa.(waw)