Genap Setahun, Hasto Wardoyo Dorong “Noto Urip Bareng” untuk Perubahan Perilaku Warga

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, YOGYAKARTA — Genap satu tahun memimpin Hasto Wardoyo bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan, sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Yogyakarta mulai menunjukkan dampak bagi masyarakat. Kepemimpinan duet ini sejak awal menitikberatkan pada perubahan perilaku sosial masyarakat melalui pendekatan rekonstruksi sosial, penguatan gotong royong, serta peningkatan keamanan lingkungan.

Peringatan satu tahun kepemimpinan tersebut digelar di Taman Budaya Embung Giwangan pada Senin (30/3/2026). Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh komunitas, hingga pemangku kepentingan yang selama ini terlibat dalam program pembangunan kota.

Dalam sambutannya, Hasto menegaskan bahwa arah utama kebijakan pemerintah kota adalah program rekonstruksi sosial yang dikenal dengan istilah “noto urip bareng”, yakni menata kembali kebiasaan hidup masyarakat agar lebih tertib, sehat, dan berkelanjutan.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan kota yang nyaman. Salah satu contoh yang disoroti adalah perubahan kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Dulu masyarakat masih sering buang sampah sembarangan atau war wer, sekarang kita ajak untuk mulai memilah sampah dari rumah,” ujar Hasto.

Ia menjelaskan, program edukasi dan pendampingan pemilahan sampah menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mendukung pengembangan sistem ekonomi sirkular di Kota Yogyakarta.

Selain itu, Hasto juga menekankan penguatan nilai gotong royong sebagai strategi sosial dalam mengatasi berbagai persoalan, termasuk kemiskinan. Salah satu implementasi yang terus dijalankan adalah program bedah rumah yang digelar secara rutin setiap pekan.

Menariknya, program tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan berbasis kolaborasi masyarakat dan berbagai pihak yang terlibat secara sukarela.

“Warga kurang mampu bisa menyelesaikan kemiskinannya dengan gotong royong. Bedah rumah ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan bisa menghadirkan solusi,” jelasnya.

Program ini dinilai tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan hunian yang layak, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di lingkungan warga.

Sementara itu, Wawan Harmawan menyampaikan bahwa dirinya bersama wali kota secara rutin turun langsung ke kampung-kampung melalui kegiatan blusukan. Langkah tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi warga sekaligus memastikan program berjalan di tingkat akar rumput.

“Kami tidak hanya mengajak, tapi juga memberi contoh,” ujar Wawan.

Meski sejumlah capaian telah diraih dalam satu tahun pertama, Hasto-Wawan mengakui masih ada tantangan yang harus diselesaikan, terutama dalam mendorong Kota Yogyakarta sebagai kota budaya yang juga produktif secara ekonomi.

Pemerintah Kota Yogyakarta berencana mengoptimalkan potensi budaya melalui penguatan kalender event serta pengembangan kawasan berbasis budaya yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kota budaya harus produktif. Budaya tidak hanya dilestarikan, tapi juga harus bisa memberikan dampak ekonomi,” ungkap Hasto.

Dalam rangkaian acara tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta juga memberikan penghargaan kepada individu maupun kelompok yang dinilai berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan serta pengembangan ekonomi sirkular di kota tersebut.

Penghargaan diberikan kepada sejumlah penggerak bank sampah, pengawas pemilahan sampah, hingga komunitas lingkungan yang aktif mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Menutup acara, Hasto dan Wawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung berbagai program pembangunan selama satu tahun terakhir. Keduanya menilai kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan perubahan di Kota Yogyakarta.

“Dengan fondasi yang telah dibangun selama satu tahun pertama, kami optimistis dapat terus membawa Kota Yogyakarta menjadi kota yang tidak hanya nyaman dan aman, tetapi juga produktif berbasis budaya dan partisipasi masyarakat,” tutup Hasto. (Aga)

Berita Terkait

Ipda S Jadi Terduga Pelanggar dalam Kasus Alun-Alun Kidul, Ini Langkah Polresta Yogyakarta
BPDP Kementan Dorong Pekebun Swadaya Bengkulu Selatan Perkuat ISPO dan Sawit Berkelanjutan
PSI Bantul Kian Solid, Konsolidasi Organisasi Mulai Diperkuat Jelang 2029
Susilo Nugroho Den Baguse Ngarso Tutup Usia, Yogyakarta Kehilangan Sosok Budayawan
Temu Karya Taman Budaya XXV 2026 Perkuat Srawung Kebudayaan Nusantara di DIY
DPRD DIY Gelar Paripurna Pengucapan Sumpah Janji Anggota PAW Periode 2024–2029
Tim ERC UMY Raih Juara II KKI 2026 Lewat Inovasi Kapal Penjaga Pantai Bertenaga Listrik
Mendag Cek Harga Pangan di Pasar Prambanan, Upaya Jaga Daya Beli Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:19 WIB

Ipda S Jadi Terduga Pelanggar dalam Kasus Alun-Alun Kidul, Ini Langkah Polresta Yogyakarta

Senin, 21 September 2026 - 23:16 WIB

BPDP Kementan Dorong Pekebun Swadaya Bengkulu Selatan Perkuat ISPO dan Sawit Berkelanjutan

Senin, 21 September 2026 - 19:49 WIB

Susilo Nugroho Den Baguse Ngarso Tutup Usia, Yogyakarta Kehilangan Sosok Budayawan

Senin, 21 September 2026 - 18:40 WIB

Temu Karya Taman Budaya XXV 2026 Perkuat Srawung Kebudayaan Nusantara di DIY

Senin, 21 September 2026 - 16:56 WIB

DPRD DIY Gelar Paripurna Pengucapan Sumpah Janji Anggota PAW Periode 2024–2029

Berita Terbaru