Pelaku UMKM DIY Didorong Naik Kelas melalui Pelatihan Literasi dan Manajemen Keuangan

‎RILISINFO.COM, Jogja – Pelaku UMKM subsistence di Yogyakarta mendapat suntikan semangat baru lewat Program Pelatihan UMKM Subsistence yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY bersama Rumah Zakat di Hotel Loman, Yogyakarta.

Sebanyak 40 peserta dari berbagai kelompok usaha mengikuti pelatihan tersebut, mulai dari KWT Tani Ayu Sidomulyo Godean, Kelompok Afinitas Mulyo Sejahtera Margomulyo Seyegan Sleman, hingga Kelompok Tempe Godhong Jati Mamak Kampung Zakat Balong Girisubo.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Maya Herawati dari Bank Indonesia DIY, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, serta Landung Tri Sugiarto selaku Chief Impact & Sustainability Officer Rumah Zakat.

Kehadiran mereka disebut menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di DIY.

“UMKM harus terus naik kelas, inovatif, dan memperluas jaringan pemasaran,” ujar Maya Herawati dalam sambutannya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat materi literasi keuangan dasar dari Adya Satria BPD DIY Syariah serta manajemen keuangan usaha oleh Mohammad Genta Mahardika, SE., MBA., dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.

Materi itu dinilai penting agar pelaku usaha kecil mampu mengelola keuangan secara profesional dan berkelanjutan.

“Kami ingin UMKM memiliki daya saing kuat dan mampu berkembang mandiri,” kata Landung Tri Sugiarto.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Waryono Abdul Ghofur, mengapresiasi kolaborasi Bank Indonesia dan Rumah Zakat dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Ia menilai program seperti ini sangat strategis untuk memperkuat Kampung Zakat di Gunungkidul.

“Keberhasilan usaha bukan hanya soal modal dan pelatihan, tetapi juga dukungan keluarga sebagai fondasi utama,” tegasnya.

Salah satu peserta, Istiati, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi dirinya.

“Materinya sangat menginspirasi dan membuat saya semakin semangat mengembangkan usaha,” ungkapnya.

Program ini diharapkan menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM subsistence agar mampu tumbuh menjadi usaha mandiri, tangguh, dan berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat Yogyakarta. (waw)