Kunjungan DPRD Dinilai Mampu Hidupkan Kampung Wisata, Susanto: UMKM Harus Ikut Tumbuh

RILISINFO.COM, ‎JOGJA – DPRD Kota Yogyakarta mengubah konsep penerimaan tamu kunjungan kerja dengan membawa rombongan langsung ke kampung wisata.

Terobosan yang digelar di Pendopo Ndalem Condronegaran, Kampung Wisata Gedongkiwo, Selasa (30/6/2026), ini bertujuan mengenalkan potensi seni, budaya, pariwisata, dan produk UMKM kepada tamu dari berbagai daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran DPRD dan Sekretariat Dewan dari Kabupaten Tulungagung, Kota Salatiga, serta sejumlah daerah lainnya.

Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro menegaskan, perubahan pola penerimaan tamu merupakan bentuk kolaborasi untuk mengangkat potensi seluruh wilayah di Kota Yogyakarta.

Menurutnya, kunjungan kerja tidak lagi hanya berlangsung di gedung DPRD, tetapi diarahkan ke kampung wisata dan kelurahan budaya agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

“Hari ini kita butuhkan kolaborasi. Teman-teman Sekretariat DPRD kami dorong menerima tamu di potensi wilayah yang ada di 45 kelurahan,” terangnya.

Ada kelurahan budaya, ada kampung wisata, dan lain-lain. Kami ingin pemberdayaan UMKM, nanti tamunya ikut membeli produk warga,” kata Susanto.

Susanto menambahkan, konsep tersebut menjadi strategi agar setiap kunjungan kerja memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Program DPRD yang biasanya berkunjung ke gedung DPRD kini dialihkan ke kampung wisata. Tujuannya sederhana tapi berdampak besar, menghadirkan lebih banyak wisatawan, menggerakkan UMKM, memperkenalkan budaya lokal, dan menghidupkan ekonomi masyarakat,” paparnya.

‎”Kalau tamunya datang ke kampung, manfaatnya langsung dirasakan warga.
‎E Dayoh, E Teko, datang sebagai tamu, pulang membawa cerita,” ujarnya.

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Mohammad Sofyan menyatakan pihaknya mendukung penuh inovasi tersebut.

Ia menilai kunjungan kerja yang langsung menyentuh masyarakat jauh lebih efektif dibanding hanya menggelar rapat di ruang pertemuan.

“Momentum ini menjadi panggung strategis untuk memamerkan geliat ekonomi kreatif. Tamu tidak hanya duduk di ruang rapat, tetapi bisa berinteraksi langsung dengan pelaku usaha, melihat proses produksi, sekaligus merasakan atmosfer budaya Yogyakarta,” ucapnya.

Senada, Sekretaris DPRD Kota Yogyakarta Antonius Bambang Agung Adrijanto mengungkapkan agenda penerimaan tamu berbasis potensi wilayah telah enam kali dilaksanakan.

Ia mengapresiasi kesiapan Kampung Wisata Gedongkiwo dalam menyambut para tamu.

“Kami melihat kesiapan Kelurahan Budaya Gedongkiwo sungguh luar biasa. UMKM yang ditampilkan sangat beragam. Harapan kami tamu-tamu yang datang menyisihkan uang sakunya untuk berbelanja sehingga produk UMKM semakin laris,” tutur Antonius.

Konsep baru tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Tulungagung Sofyan Heryanto.

Ia mengaku memperoleh pengalaman berbeda karena dapat melihat langsung produk-produk unggulan masyarakat.

“Banyak hal yang kami bawa, baik ilmunya maupun pengalamannya. Kalau kunjungan di gedung DPRD sudah biasa, tetapi di kampung wisata seperti ini luar biasa. Kami bisa bertemu langsung dengan pelaku UMKM, melihat produk nyata, termasuk miniatur wayang berbahan daur ulang yang sangat menarik,” ungkapnya.

Sejumlah pelaku UMKM juga merasakan manfaat dari kebijakan yang digagas DPRD Kota Yogyakarta tersebut. Salah satu pelaku usaha Gudeg Dadakan Yogyakarta menyebut program itu sangat membantu promosi usahanya.

“Menurut saya ini sangat keren sekali. Bagi kami yang usahanya masih berkembang, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengenalkan produk kepada tamu dari berbagai daerah. Program seperti ini harus terus dikembangkan,” ujarnya.

DPRD Kota Yogyakarta berharap inovasi yang digagas Susanto Dwi Antoro dan jajaran tersebut mampu memperkuat promosi kampung wisata, meningkatkan penjualan UMKM, sekaligus memperluas daya tarik pariwisata Kota Yogyakarta.(WAW)