Dukung Ekosistem Subsektor Aplikasi, Menteri Ekraf Membuka Soft Launching IN-APP SUMMIT 2026
RILISINFO.COM, Tangerang, 8 Juli 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggelar Soft Launching Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan forum ini untuk membuka akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi digital secara inklusif dan berkelanjutan.
“IN-APPS 2026 hadir sebagai forum nasional yang secara khusus mengangkat subsektor aplikasi. Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, industri, developer, startup, investor, akademisi, asosiasi, hingga komunitas dapat membangun kolaborasi yang lebih terarah,” ujar Menteri Ekraf dalam acara yang berlangsung di Sinar Mas Land Experience Center, Kabupaten Tangerang, Rabu (8/7).
Mengusung tema Application as the New Engine of Creative Economy Growth, IN-APPS 2026 mengangkat subsektor aplikasi sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kreatif sekaligus menjadi rangkaian menuju World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Menteri Ekraf mengatakan IN-APPS 2026 akan menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat ekosistem aplikasi digital nasional.
Dalam paparannya, Menteri Ekraf menyebut kinerja ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 menunjukkan tren yang sangat positif. Total investasi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp183,01 triliun atau tumbuh 32,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).
Nilai ekspor mencapai USD31,94 miliar, tertinggi dalam lima tahun terakhir, dengan kontribusi tenaga kerja sebanyak 27,4 juta orang yang didominasi generasi muda. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif juga berada pada kisaran 6,01 hingga 6,94 persen, melampaui pertumbuhan PDB nasional.
Dari seluruh subsektor ekonomi kreatif, aplikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp54,18 triliun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa subsektor aplikasi tidak lagi berperan sebagai sektor pendukung, melainkan telah menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi kreatif digital Indonesia.
“IN-APPS 2026 menegaskan bahwa aplikasi digital bukan sekadar produk teknologi, melainkan pendorong utama lahirnya inovasi, penguatan daya saing pelaku ekonomi kreatif, terciptanya peluang usaha baru, serta terbukanya akses pasar yang lebih luas. Soft Launching hari ini menjadi titik awal yang kuat bagi lahirnya kolaborasi, inovasi, dan investasi baru di subsektor aplikasi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi digital global,” jelas Menteri Ekraf.
Senada dengan hal tersebut, Senior VP – Corporate Affairs & Operations Support Sinar Mas Land, Panji Himawan, percaya bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi utama dalam melahirkan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Ia mencontohkan pengembangan Ekonomi Khusus (KEK) Banten di BSD City sebagai ruang kolaborasi yang mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi dan menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi digital.
“Inovasi digital Sinar Mas tergambar dari Integrated Smart Digital City melalui aplikasi One Mile. Kami melihat forum ini sebagai langkah awal yang strategis untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan investor dalam membangun ekosistem aplikasi Indonesia yang semakin kuat,” kata Panji.
Turut hadir dalam acara tersebut, CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land Irawan Harahap, COO of D-HUB Special Economic Zone Lindawaty, Ketua Umum ASPILUKI, Deputi Bidang Keamanan Siber Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas beserta jajaran, sejumlah kementerian dan lembaga, Bank Indonesia, perwakilan bank-bank Himbara, serta pimpinan perusahaan nasional dan multinasional di sektor digital dan teknologi.
Sementara itu Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah, Direktur Aplikasi Tri Wahyudi, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Media Rocklin Aprilius Anderson. ( LSI )
sumber : kemenko ekraf/kemenko infra

