AKSARA 2026 Hadirkan Rahasia Sukses Menaklukkan Sayembara Arsitektur Nasional
RILISINFO.COM, SLEMAN – Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Widya Mataram sukses menggelar Talkshow AKSARA 2026 menghadirkan arsitek pemenang Sayembara Masterplan Museum Majapahit nasional bergengsi.
Kegiatan berlangsung hybrid di Auditorium Universitas Widya Mataram sekaligus melalui Zoom, menarik mahasiswa, akademisi, praktisi, serta pecinta arsitektur dari berbagai daerah.
Tiga arsitek pemenang Sayembara Masterplan Museum Majapahit membagikan pengalaman, strategi, hingga proses kreatif menghasilkan rancangan arsitektur yang mampu memikat dewan juri nasional.
Wakil Rektor III UWM, Dr. Roni S. Luhukay, mengatakan, “Mahasiswa belajar langsung dari praktisi yang membuktikan kapasitasnya di tingkat nasional.”
Ia menambahkan, “Semoga kegiatan ini memotivasi mahasiswa terus berkarya, berani mengikuti kompetisi, serta mengembangkan kemampuan arsitektur secara berkelanjutan dan profesional.”
Perwakilan IAI DIY, Ar. Erlangga Winoto, menyampaikan, “Kolaborasi perguruan tinggi dan organisasi profesi memperkuat ekosistem pembelajaran arsitektur yang semakin dekat praktik.”
Pembukaan AKSARA 2026 ditandai pemukulan kenong sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan, disambut antusias seluruh peserta yang memenuhi auditorium kampus tersebut bersama.
Dosen pembimbing Padmana Grady Prabasmara menjelaskan, “AKSARA menghadirkan ruang belajar mempertemukan mahasiswa dengan arsitek berprestasi untuk memahami strategi kompetitif nasional.”
Moderator Istiana Adianti memandu diskusi interaktif, menghadirkan pemaparan inspiratif mengenai pengalaman memenangkan Sayembara Masterplan Museum Majapahit dari ketiga narasumber utama tersebut.
Dr. Revianto Budi Santosa menegaskan, “Riset, sejarah, budaya, dan narasi desain menjadi fondasi menghadirkan karya arsitektur beridentitas kuat serta bermakna.”
Ia menjelaskan, “Konsep arsitektur harus mampu menjalin jejak sejarah menjadi inspirasi baru tanpa kehilangan nilai budaya yang melekat kuat.”
Ar. Naura Hassa Lalitya Cornika menyampaikan, “Desain hebat belum cukup tanpa kemampuan menyampaikan gagasan secara visual, komunikatif, dan meyakinkan kepada juri.”
Menurutnya, “Visual storytelling menjadi kunci memperkuat pesan desain sehingga mampu dipahami, diapresiasi, serta memenangkan kompetisi arsitektur bergengsi tingkat nasional.”
Ar. Thoat Fauzi menuturkan, “Kepemimpinan tim, manajemen waktu, pembagian peran, dan konsistensi menentukan keberhasilan mengikuti sayembara arsitektur secara profesional.”
Sponsor PT ASABA Surveying Solutions turut memperkenalkan perkembangan teknologi survei modern guna mendukung perencanaan, konstruksi, serta inovasi dunia arsitektur masa depan.
Sesi diskusi berlangsung hidup karena mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai tantangan sayembara, proses kreatif, hingga peluang berkarier sebagai arsitek profesional Indonesia.
UWM, KAMAKARA, Program Studi Arsitektur, serta IAI DIY berharap, **”AKSARA melahirkan arsitek muda kritis, kompetitif, berprestasi, dan berkontribusi bagi Indonesia mendunia.” (ADY)

