Bantul Creative Expo 2026 Bidik 110 Ribu Pengunjung, Siap Dongkrak Ekonomi Kreatif

RILISINFO.COM, ‎BANTUL – Halaman Parkir Stadion Sultan Agung Bantul segera menjelma pusat ekonomi kreatif dan kebudayaan terbesar melalui Bantul Creative Expo (BCE) serta Mataram Culture Festival 2026. Selama sembilan hari, mulai 1 hingga 9 Agustus 2026, ribuan produk UMKM, seni, budaya, kuliner, dan hiburan siap memikat masyarakat luas.

Kepala DKUKMPP Bantul Prapta Nugraha mengatakan, “BCE 2026 menjadi bagian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul yang membanggakan seluruh masyarakat.” Menurut Prapta, “Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, lancar, sukses, serta benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Bantul.”

BCE 2026 mengusung tema “Hamemangun Ekonomi, Hamemetri Budaya Edi, Tumuju Raharjaning Nagari” sebagai semangat membangun ekonomi sekaligus melestarikan budaya daerah bersama. “Kemajuan ekonomi harus berjalan seiring pelestarian budaya,” tegas Prapta, “agar Bantul semakin sejahtera, berdaya saing, berkarakter, dan tetap beridentitas lokal kuat.”

BCE 2026 tidak sekadar pameran UMKM, melainkan wadah promosi pembangunan daerah, inovasi masyarakat, serta ruang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan di Bantul. Sebanyak 62 stan diisi perangkat daerah, kapanewon, sekolah, rumah sakit, BUMN, BUMD, perbankan, Dekranasda, HIPMI, asosiasi UMKM, serta berbagai lembaga mitra.

Sebanyak 100 stan swasta menghadirkan produk kerajinan, kuliner, fesyen, otomotif, elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga unggulan khas Kabupaten Bantul berkualitas tinggi. Pembukaan BCE 2026 dijadwalkan Sabtu, 1 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, dilanjutkan pameran produk unggulan hingga penutupan pada 9 Agustus mendatang.

Job Fair berlangsung 6-7 Agustus 2026 menghadirkan perusahaan lokal, regional, nasional, membuka peluang kerja baru bagi masyarakat dan generasi muda Bantul. Panitia juga menyelenggarakan workshop pengolahan sampah, festival kuliner, pertunjukan seni tradisional, tari modern, musik, hingga festival pasar malam setiap harinya meriah.

BCE 2026 memperkenalkan ikon Burung Kayu Bersayap Batik sebagai simbol tekad Bantul menuju City of Crafts and Folk Art berkelas dunia. “Ikon ini melambangkan semangat masyarakat terbang lebih tinggi,” ujar Prapta, “dengan kekuatan kerajinan, budaya, kreativitas, serta gotong royong yang terus berkembang.”

Tahun lalu BCE mencatat 97.593 pengunjung dengan transaksi Rp2,102 miliar, sedangkan tahun ini ditargetkan mencapai 110 ribu pengunjung serta Rp2,367 miliar transaksi. Mataram Culture Festival 2026 menghadirkan Tari Sang Ksatria Mataram, Bantul Chamber Orkestra, Ngatmombilung, Reyog Wayang, hingga kolaborasi Kiai Kanjeng bersama Noe Letto.
‎”Kami optimistis BCE dan MCF menjadi magnet wisata, mengangkat UMKM, memperkuat budaya, sekaligus mengukuhkan Bantul sebagai pusat ekonomi kreatif Indonesia,” tutup Prapta.(waw)