DPR RI Dorong Penyiapan PMI Profesional untuk Menangkap Peluang Kerja di Jepang
RILISINFO.COM, Jakarta – Kebutuhan besar Jepang terhadap tenaga kerja asing dinilai sebagai peluang strategis bagi Indonesia untuk menekan pengangguran dan memperkuat ekonomi nasional.
Anggota DPR RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menegaskan pentingnya penyiapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara profesional, terstruktur, dan berkelanjutan.
“Indonesia memiliki bonus demografi yang sangat besar. Namun potensi itu hanya akan berdampak jika ditopang sistem pelatihan yang berkualitas dan terstandar,” ujar Bambang Soesatyo atau Bamsoet saat Deklarasi PELBAJINDO di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Bamsoet menjelaskan, Jepang tengah menghadapi krisis demografi akibat penuaan penduduk dan rendahnya angka kelahiran.
Dalam periode 2024–2029, Jepang diproyeksikan membutuhkan sekitar 820 ribu tenaga kerja asing.
Dari jumlah tersebut, Indonesia berpeluang mengisi 164 ribu hingga 246 ribu tenaga kerja di berbagai sektor strategis.
“PELBAJINDO berada di posisi penting sebagai jembatan antara kebutuhan Jepang dan potensi tenaga kerja Indonesia.
Kuncinya ada pada kualitas pelatihan bahasa, keterampilan teknis, serta sertifikasi kompetensi,” tegas Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia tersebut.
Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan pengangguran. Data BPS Agustus 2025 mencatat tingkat pengangguran terbuka mencapai 4,85 persen.
Bamsoet menilai penempatan PMI secara terencana dapat menjadi solusi nyata.
“PMI bukan hanya bekerja, tetapi juga menggerakkan ekonomi nasional melalui remitansi yang pada 2024 menembus Rp250 triliun,” katanya.
(waw)

