Era Society 5.0, Alumni Nilai Islamic Entrepreneurial University Jadi Kebutuhan Perguruan Tinggi
RILISINFO.COM, Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut perguruan tinggi untuk melakukan transformasi dalam menyiapkan sumber daya manusia masa depan. Kampus tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga perlu membangun karakter, kemampuan beradaptasi, serta jiwa inovatif dan kewirausahaan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Hal tersebut disampaikan alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus Komisaris BUMN PT Semen Tonasa, dr. Andi Nusawarta, M.Kes., Sp.OT.SubSp.Sports Injury(K) dalam acara Pidato Milad ke-45 UMY, Sabtu (16/5) di UMY Student Dormitory. Menurut dr. Andi, dunia saat ini telah memasuki era Society 5.0, yaitu era yang ditandai dengan hadirnya teknologi berbasis manusia seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Big Data, robotik, blockchain, dan cloud computing.
“Di era Society 5.0 ini teknologi dan manusia bekerja bersama untuk menciptakan masyarakat yang maju, cerdas, beradab, dan sejahtera. Karena itu, kunci sukses di era ini bukan hanya pintar teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter, inovatif, adaptif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar dr. Andi.
Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman yang menggantikan manusia. Sebaliknya, teknologi perlu dimanfaatkan sebagai alat untuk membantu manusia menjadi lebih produktif dan mampu menghadirkan solusi dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk kesehatan, pendidikan, serta ekonomi.
“Teknologi bukan menggantikan manusia, tetapi membantu manusia menjadi lebih produktif, kreatif, sehat, dan sejahtera. Bahkan saat ini sudah mulai dicoba operasi jarak jauh, di mana dokter dan pasien berada di negara yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa teknologi berkembang sangat cepat dan harus disikapi dengan kesiapan sumber daya manusia yang baik,” katanya.
Melihat perkembangan hal tersebut, dr. Andi menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan tersebut. Kampus perlu membangun budaya inovasi, riset, dan kewirausahaan agar mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan serta solusi bagi masyarakat.
Karena itu, ia menyebutkan konsep _Islamic Entrepreneurial University_ menjadi relevan untuk dikembangkan dalam menjawab tantangan era digital. Melalui konsep tersebut, perguruan tinggi tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi dan inovasi, tetapi juga tetap menanamkan nilai moral dan spiritual dalam proses pendidikan.
“Perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya menjadi _job seeker_, tetapi juga _job creator_ yang berakhlak mulia dan berdampak bagi kemajuan agama, masyarakat, dan negara. Karena itu, budaya riset, startup mahasiswa, inkubator bisnis, serta kolaborasi dengan dunia industri perlu terus diperkuat,” pungkas dr. Andi. (lsi)
Sumber : Humas umy

