Forensik Temukan Luka Tembak Kontak pada Pilot AMA, Pelaku Masih Diburu

Sabtu, 4 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemeriksaan forensik memastikan pilot maskapai Associated Mission Aviation (AMA), Nicholas Gosselin, meninggal akibat tembakan yang dilepaskan dari jarak sangat dekat. (Polri)

Pemeriksaan forensik memastikan pilot maskapai Associated Mission Aviation (AMA), Nicholas Gosselin, meninggal akibat tembakan yang dilepaskan dari jarak sangat dekat. (Polri)

RILISINFO.COM, Jayapura – Pemeriksaan forensik memastikan pilot maskapai Associated Mission Aviation (AMA), Nicholas Gosselin, meninggal akibat tembakan yang dilepaskan dari jarak sangat dekat. Temuan tersebut memperkuat bukti awal dalam penyelidikan kasus pembunuhan pilot asal Amerika Serikat itu, yang terjadi di wilayah Papua dan kini masih didalami aparat penegak hukum.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Komisaris Besar Polisi dr. Sebastian Romi menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka tembak masuk pada pipi kiri dengan karakteristik contact gunshot wound atau luka tembak kontak. Karakteristik itu menunjukkan moncong senjata ditempelkan tegak lurus pada permukaan kulit ketika tembakan dilepaskan.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka tembak masuk di pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak kontak (contact gunshot wound), yakni moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit,” ujar Sebastian di Jayapura, Sabtu (4/7/2026).

Dari pemeriksaan diketahui peluru menembus dari pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan. Lintasan tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada tulang wajah hingga dasar tengkorak yang menyebabkan korban meninggal dalam waktu sangat singkat.

Tim forensik juga menemukan sejumlah luka akibat benturan benda tumpul. Luka tersebut antara lain berupa luka terbuka di kepala, dahi, dan telinga kanan, serta patah tulang rahang atas dan rahang bawah. Temuan itu menjadi bagian dari keseluruhan bukti medis yang kini didalami penyidik untuk merekonstruksi rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal.

Untuk memastikan penyebab kematian, tim medis melakukan pemeriksaan radiologi (X-ray). Hasil pencitraan memperlihatkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak. Pemeriksaan dilakukan melalui pemeriksaan luar yang diperkuat dengan radiologi tanpa autopsi dalam.

“Dari hasil tersebut diketahui lintasan peluru masuk dan keluar menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak sehingga korban meninggal dunia dengan sangat cepat (sudden death),” kata Sebastian.

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, jenazah Nicholas Gosselin diserahkan kepada pihak maskapai AMA pada Sabtu dini hari. Jenazah kemudian diterbangkan ke Jakarta sebelum dipulangkan ke Amerika Serikat untuk dimakamkan.

Kasus tewasnya Nicholas Gosselin menjadi perhatian karena terjadi di tengah masih berlangsungnya gangguan keamanan di sejumlah wilayah Papua. Aparat gabungan saat ini masih memburu pelaku sekaligus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi pembunuhan tersebut. Pemerintah menegaskan upaya penegakan hukum akan terus dilakukan guna memberikan kepastian hukum sekaligus menjamin keamanan penerbangan dan aktivitas masyarakat di wilayah pedalaman Papua. (ihd)

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Peredaran Sabu dan Senjata Api di Tambun
KPK Soroti Dugaan Gratifikasi Amplop, Raja Juli Antoni Diingatkan Segera Melapor
Hampir Setahun Tak Tuntas, Massa LMP Kepung Polres Karo Desak Pengungkapan Kasus
Sawah dan Hutan Mangrove Terancam, Busa Kimia Cemari Tiga Desa di Percut Sei Tuan
Hakim Nyatakan Yuddy Renaldi Tak Terbukti Intervensi Kredit Sritex
Bumi Adil Law Firm Beri Pendampingan Hukum Gratis bagi Masyarakat Bandar Lampung
Kasus Penggelapan Rp1,2 Miliar, Dennis Anggriawan Divonis Tiga Tahun Penjara
Dikira Tidur, Pelajar Imogiri Ditemukan Kakeknya Tewas Tergantung di Dapur

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 10:55 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Peredaran Sabu dan Senjata Api di Tambun

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:28 WIB

Forensik Temukan Luka Tembak Kontak pada Pilot AMA, Pelaku Masih Diburu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:06 WIB

KPK Soroti Dugaan Gratifikasi Amplop, Raja Juli Antoni Diingatkan Segera Melapor

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:47 WIB

Hampir Setahun Tak Tuntas, Massa LMP Kepung Polres Karo Desak Pengungkapan Kasus

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:44 WIB

Sawah dan Hutan Mangrove Terancam, Busa Kimia Cemari Tiga Desa di Percut Sei Tuan

Berita Terbaru