Geliatkan Ekonomi Lokal, Puncak Milad ke-45 UMY Gandeng 100 UMKM hingga Bagikan 1.500 Jamu Gratis

RILISINFO.COM, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berkomitmen memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat luas melalui pemberdayaan ekonomi lokal. Hal ini dibuktikan dengan menggandeng sedikitnya 100 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta desa binaan dalam gelaran Family Day yang menjadi puncak rangkaian Milad ke-45 UMY di Kampus Terpadu UMY, Minggu (24/5/2026).

Menariknya, dalam kegiatan ini UMY secara khusus menghadirkan Desa Wisata Jamu Kiringan—salah satu desa binaan UMY—yang membagikan sedikitnya 1.500 porsi jamu tradisional secara gratis kepada ribuan pengunjung, mulai dari civitas academica hingga warga sekitar kampus.

Ketua Milad ke-45 UMY, Cahyo Wisnu Rubiyanto, S.P., M.App.Sc., Ph.D., mengungkapkan bahwa Family Day tahun ini memang didesain tidak sekadar sebagai ajang hiburan internal, melainkan sebagai wadah kolaborasi konkret antara dunia akademik, masyarakat, dan mitra eksternal.

“Terdapat sekitar 100 tenant UMKM yang terlibat, berasal dari internal UMY, mitra eksternal, hingga desa binaan. Tahun ini kami sengaja melibatkan Desa Wisata Jamu Kiringan untuk mengenalkan potensi lokal mereka sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat lewat 1.500 porsi jamu gratis,” ujar Cahyo di sela-sela acara.

Cahyo menambahkan, keterlibatan aktif sektor UMKM ini sejalan dengan tema milad tahun ini, yakni “Lead the Change, Light the World”. Tema tersebut menjadi simbol kematangan UMY untuk terus memimpin perubahan dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menegaskan bahwa usia ke-45 menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan tanggung jawab sosial UMY sebagai institusi pendidikan tinggi Muhammadiyah.

“UMY saat ini berada dalam tahap penting. Kami berharap UMY dapat terus mewarnai dunia, menghadirkan perdamaian, keramahan, serta kecerdasan di tengah masyarakat. Kontribusi itu harus dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar,” tegas Prof. Nurmandi.

Selain perputaran ekonomi lewat pasar UMKM dan festival jamu tradisional, kemeriahan puncak milad ini juga diisi dengan senam bersama, penanaman pohon, karnaval budaya, talkshow kesehatan, hingga panggung seni.

Antusiasme warga kampus dan masyarakat sekitar yang memadati area kampus sejak pagi hingga siang hari kian memuncak dengan adanya pembagian ratusan doorprize menarik. Sebagai bentuk apresiasi atas capaian positif kampus sepanjang tahun, panitia menyediakan hadiah yang jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya, termasuk empat unit sepeda motor dan 123 hadiah dari para sponsor.

Melalui ruang silaturahmi yang inklusif ini, kampus berjuluk “Muda Mendunia” tersebut sukses mengintegrasikan perayaan hari jadi institusi menjadi pesta rakyat yang berdampak positif bagi penguatan ekonomi akar rumput di Yogyakarta. (lsi)

Sumber :  Humas Umy