HUT ke-47 Manderaga Digelar di Kampung Sempur, Wawan Kenang Jasa Para Pendiri
RILISINFO.COM, PANDEGLANG – Perguruan Pencak Silat Manderaga merayakan Hari Ulang Tahun ke-47 di Lapangan Latihan Paguron Manderaga, Kampung Sempur, Desa Cimanis, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 10 Agustus 2026.
Perguruan yang didirikan pada 10 Agustus 1979 oleh Alm. R.H. Uki Mulki Sulaeman bersama Alm. H. Agus Iim Suryana ini terus berkomitmen melahirkan pendekar berkarakter kuat lahir dan batin.
Kedua pendiri Manderaga dikenal luas bukan hanya sebagai pendiri perguruan, tetapi juga sebagai tokoh sesepuh pendekar Banten/Pandeglang dan Bandung, Jawa Barat. Ajaran dan jejak perjuangan beliau hingga kini menjadi rujukan bagi perguruan silat di wilayah Banten maupun Jawa Barat.
Saat ini Manderaga tidak hanya berkembang di Indonesia, tetapi juga telah memiliki padepokan di Bandung, Jawa Barat dan di Jerman, sebagai wujud penyebaran nilai-nilai pencak silat Manderaga hingga ke kancah internasional.
Ketua Pelatih Paguron Manderaga, Wawan, menyampaikan bahwa peringatan HUT tahun ini memiliki makna khusus. Selain sebagai ajang silaturahmi keluarga besar Manderaga, kegiatan ini juga menjadi momentum mengenang jasa para pendiri perguruan.
“HUT ke-47 ini sekaligus untuk mengenang Guru Besar kita, Alm. R.H. Uki Mulki Sulaeman dan Alm. H. Agus Iim Suryana, pendiri Perguruan Pencak Silat Manderaga. Beliau berdua yang meletakkan dasar nilai dan ajaran Manderaga, dan dikenal sebagai tokoh sesepuh pendekar di Banten, Pandeglang, dan Bandung,” ujar Wawan.
Dalam poster resmi HUT ke-47, dua tokoh sentral Manderaga tersebut juga ditampilkan. Nilai yang diajarkan pun ditegaskan kembali melalui Sifat Pendekar Manderaga:
Pendekar itu kuat lahir dan batin
Pendekar itu jujur, sopan, dan bijaksana
Pendekar itu penuh cinta dan kasih sayang
Pendekar itu berbakti kepada agama, bangsa, dan negara.
Wawan berharap semangat tersebut terus dijaga seluruh anggota dan pelatih di seluruh padepokan Manderaga, baik di dalam maupun luar negeri.
“Mudah-mudahan di usia 47 tahun ini, Manderaga semakin besar, semakin jaya, dan terus melahirkan generasi pendekar yang bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.
Sekilas Manderaga
Perguruan Pencak Silat Manderaga berdiri 10 Agustus 1979 di bawah bimbingan Guru Besar Alm. R.H. Uki Mulki Sulaeman dan Alm. H. Agus Iim Suryana. Hingga kini Manderaga dikenal sebagai perguruan yang menjunjung tinggi nilai spiritual, budaya, dan kebangsaan. Cabang perguruan telah berkembang hingga ke Bandung, Jawa Barat dan Jerman.(Denni)

