Jogja Fashion Parade 2026 Hadirkan 159 Desainer Nusantara dengan Tema “Vastra Prabha”

RILISINFO.COM, YOGYAKARTA — Jogja Fashion Parade (JFP) 2026 kembali digelar sebagai ajang peragaan busana berskala nasional yang menghadirkan desainer dari berbagai daerah di Indonesia. Event fashion tahunan ini akan berlangsung selama tiga hari, pada (6/2/26 – 8/2/26), bertempat di Sleman City Hall.

Founder Jogja Fashion Parade, Nyudi Dwijo Susilo, menyampaikan bahwa JFP merupakan event fashion show untuk semua kalangan yang dikemas secara profesional, dengan tujuan menjadi wadah apresiasi dan promosi karya desainer Indonesia.

“Jogja Fashion Parade adalah event fashion show untuk semua kalangan yang dikemas secara profesional, berisi parade desainer dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Nyudi.

Pada penyelenggaraan tahun ini, JFP mengusung tema “Vastra Prabha”. Tema tersebut dimaknai sebagai upaya menegaskan bahwa wastra Nusantara merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan sekaligus dihadirkan secara relevan agar tetap dicintai oleh generasi masa kini.

Sebanyak 159 desainer dari berbagai wilayah di Indonesia dijadwalkan menampilkan karya terbaik mereka dalam 11 sesi parade fashion show. Koleksi yang ditampilkan mencakup busana anak, remaja, pria, hingga wanita, dengan sentuhan desain modern yang tetap berpijak pada kekayaan kain dan motif tradisional Nusantara.

Selain parade busana, Jogja Fashion Parade 2026 juga menghadirkan sejumlah program pendukung. Salah satu yang menjadi sorotan adalah konsep inklusivitas melalui keterlibatan plus size model dan mature model di atas runway. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati exhibition UMKM yang menampilkan produk-produk kreatif lokal.

Melalui Jogja Fashion Parade, Nyudi berharap masyarakat semakin mencintai dan bangga mengenakan kain tradisional yang diolah dengan pendekatan modern.

“Pesan kami, ayo cintai budaya kita. Pakai kain tradisional yang diolah ke masa sekarang itu keren,” tegasnya.

Jogja Fashion Parade 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan busana, tetapi juga ruang edukasi, apresiasi budaya, serta penguatan industri fashion berbasis wastra Nusantara. (Aga)