Kemendagri Siapkan CPNS Adaptif dan Melek Digital Hadapi Tantangan Global
RILISINFO.COM, Jakarta – Di tengah disrupsi teknologi dan dinamika global, keberadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang adaptif dan berintegritas menjadi kebutuhan mutlak. Karena itu, melalui Pelatihan Dasar (Latsar) bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), berbagai upaya pembentukan karakter terus dilakukan sebagai bekal pengabdian mereka.
Hal itu disampaikan Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri Afrijal Dahrin DJ saat membacakan sambutan tertulis Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Hariyono dalam Upacara Api Semangat Bela Negara (ASBN) Latsar CPNS Kemendagri Gelombang I Tahun 2026 di Kantor BPSDM Kemendagri, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Ia mengatakan, sebagai calon aparatur di garis terdepan, peserta harus siap menghadapi berbagai ancaman multidimensional, mulai dari perang siber, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi. Para peserta juga diajak meneladan semangat perjuangan masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai pengingat bahwa persatuan merupakan kekuatan utama bangsa.
“Sesuai amanat Undang-Undang, Saudara mengembang tiga fungsi, yaitu pelaksana kebijakan publik, kemudian sebagai pelayan publik, dan yang terakhir adalah sebagai perekat persatuan dan kesatuan NKRI. Menjadi ASN Kementerian Dalam Negeri, berarti Saudara telah dipilih negara untuk memikul tanggung jawab yang mulia ini,” ucapnya.
Afrijal menegaskan, kebanggaan sebagai ASN harus diiringi dengan standar integritas, kompetensi, dan dedikasi yang tinggi. Tantangan abad ke-21, lanjutnya, menuntut ASN tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga mampu berpikir kritis, inovatif, melek digital, adaptif, serta mampu berkolaborasi lintas sektor.
“Visi ini hanya bisa terwujud jika Saudara menjadi sumber daya manusia aparatur yang tangguh, berintegritas, dan terus berkembang, serta menjalankan administrasi pemerintahan secara efektif dan efisien guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang clean and clear government,” tambahnya.
Terkait upacara ASBN, Afrijal menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen dalam menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, hal itu sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 yang menekankan bahwa semangat bela negara merupakan kekuatan kolektif yang terbukti mampu menjaga Indonesia tetap kokoh.
“Malam ini, saat api dinyalakan, mari kita jadikan ia simbol abadi bagi Indonesia yang kuat dan maju. Mari buktikan bahwa semangat bela negara tidak pernah padam di tangan generasi muda,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa sinergi antarsektor tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional secara berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
“Kesiapsiagaan bela negara adalah fondasi utama pengabdian Saudara. Saudara telah dibekali wawasan kebangsaan dan kemampuan menganalisis isu kontemporer, serta praktik yang melatih kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, dan prakarsa,” katanya.
Sebagai informasi, acara tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan Kemendagri Budi Santosa, jajaran widyaiswara BPSDM Kemendagri, serta peserta Latsar CPNS Kemendagri Tahun 2026.(lsi)
Sumber : Puspen Kemendagri

