Kementerian Ekraf Sampaikan Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Kreatif Nasional dalam Raker DPR
RILISINFO.COM, Jakarta, 22 Januari 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar rapat kerja (raker) untuk membahas evaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus rencana program kerja Kementerian Ekraf tahun anggaran 2026. Rapat ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan, sasaran kinerja, serta dukungan penganggaran guna memperkuat kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional.
Dalam rapat kerja yang berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasi kepada Komisi VII DPR RI sebagai mitra kerja utama dalam penguatan sektor ekonomi kreatif. Ia menegaskan, rapat kerja merupakan bagian dari akuntabilitas publik dan ruang evaluasi bersama atas capaian serta tantangan pembangunan ekosistem kreatif nasional.
Berdasarkan indikator kinerja utama, nilai investasi ekonomi kreatif pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp132,04 triliun, ekspor menembus USD 29,21 miliar, serta penyerapan tenaga kerja sebesar 27,4 juta orang. Sementara capaian pertumbuhan PDB masih menunggu rekapitulasi resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).
“Secara umum kinerja ekonomi kreatif tahun 2025 menunjukkan tren yang sangat positif dan melampaui sebagian besar target RPJMN. Hal ini tercermin dari capaian indikator kinerja utama atau KPI sebagai dampak nyata penguatan ekosistem ekonomi kreatif secara berkelanjutan,” ujarnya pada Kamis (22/1/2026).
Selain pencapaian kinerja, Kementerian Ekraf juga terus memperkuat fondasi kelembagaan. Upaya tersebut dilakukan melalui penandatanganan surat keputusan bersama dengan Kementerian Dalam Negeri terkait pembentukan dinas ekonomi kreatif di daerah. Penguatan regulasi turut dilakukan bersama kementerian/lembaga serta lembaga keuangan untuk pengembangan jasa penilai kekayaan intelektual dan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual, yang ditandai dengan penandatanganan puluhan nota kesepahaman lintas unsur hexahelix.
Memasuki 2026, Kementerian Ekraf menetapkan klaster program Asta Ekraf yang mencakup penguatan talenta, pengembangan pasar, pembiayaan, infrastruktur, data, kebijakan, dan kekayaan intelektual. Sasaran utama diarahkan pada peningkatan kapasitas faktor enabler, kontribusi sektor terhadap perekonomian, serta reformasi birokrasi, dengan indikator kinerja meliputi investasi, ekspor, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan PDB, dan indeks reformasi birokrasi.
Sejumlah program strategis telah disiapkan antara lain Ekraf Business Forum, World Conference on Creative Economy 2026, akselerasi ekspor kreasi Indonesia, pelatihan pemasaran digital, pengembangan kewirausahaan kreatif, penguatan pembiayaan berbasis KI, serta akselerasi daya saing pelaku usaha melalui program AKTIF. Seluruh inisiatif ini diarahkan untuk memperluas dampak ekonomi kreatif secara inklusif dan berkelanjutan.
Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Ekraf juga menyampaikan sejumlah kebutuhan kebijakan untuk mempercepat transformasi sektor.
“Untuk memastikan ekraf benar-benar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah, kami memohon dukungan dalam revisi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif, revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah agar sektor ekraf naik kelas menjadi urusan pemerintahan, percepatan pengesahan Perpres Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045, serta pengusulan tambahan anggaran tahun 2026 guna mendukung program prioritas Presiden,” tegasnya.
Bertindak sebagai Pimpinan Raker, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati mengatakan Evaluasi kinerja tahun 2025 ini menjadi penting sebagai bahan refleksi bersama untuk menilai sejauh mana kebijakan dan program Kementerian Ekonomi Kreatif telah berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan sekaligus mengidentifikasi tantangan, kendala, serta peluang penguatan ekosistem ekonomi kreatif ke depan.
“Saya apresiasi, apa lagi sudah keluar Permen Ekraf tentang penilai kekayaan intelektual. Selain itu, mengenai dinas ekraf kita harus bisa dukung segera dan kita bisa sampaikan ke rekan-rekan kita di komisi yang berkaitan juga,” ujarnya.
Dalam forum yang sama, anggota Komisi VII DPR, Rico Sia juga menyambut positif kinerja Kementerian Ekraf di tahun 2025. Dengan melihat pemaparan dan pencapaian yang dijabarkan, Ia optimis ke depan ekonomi dari sektor kreatif bisa terus tumbuh.
“Saya apresiasi berikan kepada Pak Menteri beserta juga jajaran. Juga apresiasi program penguatan ekosistem ekrafnya, serta pengembangan strategis di semua bidang yang ada di paparan yang disampaikan secara komprehensif, menyenangkan, punya rasa bangga juga optimis ke depannya kita bisa lebih baik tentunya,” kata dia.
Kementerian Ekraf menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi dengan DPR RI dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan program kerja 2026 berjalan efektif, berdampak langsung bagi pelaku usaha kreatif, serta mampu memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Menteri Ekraf didampingi oleh Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama Kementerian Ekraf Dessy Ruhati serta jajaran pimpinan Kementerian Ekraf.
Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

