Mahasiswa Diajak Ambil Peran, Pemprov Banten Perkuat Kolaborasi dengan BEM Bersatu
RILISINFO.COM, Serang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengajak mahasiswa menjadi mitra strategis pembangunan daerah melalui kolaborasi dan dialog dalam mengawal kebijakan publik. Ajakan tersebut disampaikan saat Pelantikan Pengurus BEM Banten Bersatu Periode 2026–2027 yang dirangkaikan dengan diskusi publik di Gedung Universitas Serang Raya (Unsera), Kota Serang, Jumat (12/6/2026).
Gubernur Banten Andra Soni yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah mengatakan, forum mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Mahasiswa merupakan aset bangsa sekaligus agen perubahan yang selama ini menjadi pelopor dalam menjaga nilai demokrasi dan mendorong kemajuan masyarakat. Namun, di tengah tantangan era digital dan persaingan global, mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi pengkritik, tetapi juga bagian dari solusi dan pengabdian kepada masyarakat.
“Forum seperti ini bukan sekadar seremoni pelantikan organisasi kemahasiswaan, tetapi juga menjadi ruang dialog, ruang intelektual, dan ruang kolaborasi antara mahasiswa dengan pemerintah dalam membangun Provinsi Banten yang semakin maju,” kata Novriyadi.
Dalam kesempatan itu, Novriyadi juga memaparkan komitmen Pemprov Banten dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satunya melalui Program Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKH swasta yang telah berjalan pada Tahun Ajaran 2025–2026. Program tersebut telah memberikan manfaat kepada 60.705 siswa yang tersebar di 801 sekolah swasta di seluruh Provinsi Banten.
“Program ini bukan sekadar membebaskan biaya sekolah, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Banten yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Banten juga mendukung pengembangan Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Saat ini terdapat empat lokasi Sekolah Rakyat di Banten, yakni di Kota Serang, dua lokasi di Kabupaten Lebak, dan Kota Tangerang Selatan.
Novriyadi menambahkan, ke depan Pemprov Banten akan terus memperkuat kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru, pemerataan sarana dan prasarana, transformasi digital pembelajaran, perluasan akses beasiswa, serta penguatan riset dan inovasi.
Sementara itu, Koordinator Umum Aliansi BEM Banten Bersatu Suci Indah Lestari mengatakan, konsolidasi lintas kampus menjadi kekuatan moral mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik, khususnya di bidang pendidikan. Ia menegaskan komitmen BEM Banten Bersatu untuk menjaga independensi gerakan mahasiswa serta tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan konstruktif.
“Konsolidasi ini adalah bukti bahwa mahasiswa Banten siap mengambil peran strategis dalam mengawal pendidikan. Kami tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi sebagai kekuatan perubahan yang akan terus mengawal, mengkritisi, dan memberikan solusi terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Menurut Suci, gagasan yang muncul dalam diskusi publik akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan dan disampaikan secara resmi kepada Pemprov Banten sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, jajaran Polda Banten, unsur pemerintah daerah, akademisi, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banten.
Sumber : Adpim

