Modus Penipuan Catut Pejabat Baru Marak Pascapelantikan Eselon II di Pandeglang

RILISINFO.COM, Pandeglang – Pasca pelantikan sembilan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan pejabat baru.

Modus penipuan tersebut dilakukan dengan cara menghubungi bagian keuangan maupun pegawai di beberapa dinas untuk meminta sejumlah uang dengan mengatasnamakan pejabat yang baru dilantik.

Salah satu OPD yang menjadi sasaran modus penipuan tersebut yakni Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang.

“Kemarin ada oknum yang mengatasnamakan pimpinan kami yang baru untuk meminta sejumlah uang kepada bagian keuangan,” ungkap Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistik Kabupaten Pandeglang Abdul Latif, Jumat (8/5/2026).

Menurut Abdul Latif, pihaknya langsung melakukan konfirmasi internal setelah menerima informasi tersebut dan memastikan bahwa permintaan uang tersebut bukan berasal dari pejabat yang bersangkutan.

“Kami langsung klarifikasi dan ternyata itu tidak benar. Kami mengimbau seluruh pegawai agar lebih berhati-hati apabila menerima telepon, pesan singkat maupun komunikasi lain yang mengatasnamakan pejabat tertentu,” katanya.

Ia menambahkan, modus serupa diduga juga menyasar beberapa OPD lainnya pasca pelantikan pejabat eselon II beberapa waktu lalu. Oleh sebab itu, seluruh pegawai diminta untuk tidak mudah percaya terhadap permintaan uang ataupun bantuan yang disampaikan melalui sambungan telepon maupun aplikasi pesan instan tanpa adanya konfirmasi resmi.

“Jangan langsung percaya apalagi sampai mentransfer uang. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya kepada yang bersangkutan atau melalui jalur resmi,” tambahnya.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat maupun aparatur sipil negara (ASN) untuk selalu waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang saat ini marak terjadi dengan memanfaatkan momentum tertentu, termasuk pelantikan pejabat.

“Jika menemukan atau mengalami kejadian serupa, kami harap segera melaporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti dan tidak menimbulkan korban lainnya,” pungkasnya.(*)