Narakupu Chess Competition 2026 Digelar di Sleman, Diikuti Lebih dari 200 Peserta dari Berbagai Daerah
RILISINFO.COM, SLEMAN – Ajang Narakupu Chess Competition 2026 sukses digelar di Kabupaten Sleman dan menarik antusiasme tinggi dari masyarakat. Turnamen catur ini diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, melampaui target awal panitia yang hanya menargetkan sekitar 100 peserta.
Marketing and Event Manager Narakupu, JoeBadik, mengatakan kompetisi ini berawal dari inisiatif Narakupu setelah melihat potensi besar olahraga catur di kalangan pelajar. Ia menilai selama ini kompetisi catur lebih banyak digelar di kota-kota besar, sementara wilayah pinggiran seperti Sleman masih jarang tersentuh.
“Kami melihat potensi besar catur, terutama dari anak-anak usia sekolah. Dari situ muncul inisiatif untuk menghadirkan kompetisi catur di Sleman agar potensi ini bisa berkembang,” ujar Joe.
Turnamen ini merupakan kompetisi catur pertama yang diselenggarakan Narakupu, bekerja sama dengan Percasi DIY. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak usia 4 tahun hingga peserta tertua berusia 69 tahun. Kategori pertandingan pun lengkap, mulai dari TK, SD kelas 1–3, SD kelas 4–6, SMP, hingga SMA dan umum.
Joe menjelaskan, selain bertujuan menjaring bibit atlet catur, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkenalkan Sleman melalui penyelenggaraan event berskala luas.
“Harapan kami, melalui event seperti ini Sleman bisa semakin dikenal, tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga di kota-kota besar lainnya,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pecatur yang datang dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya dari Ponorogo, Banjarnegara, Surabaya, Pekanbaru, hingga Batam. Menurut Joe, hal ini menunjukkan tingginya minat pecatur terhadap kompetisi catur dan minimnya wadah di daerah masing-masing.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Percasi Kota Yogyakarta, Inung Nurzani, menyambut positif penyelenggaraan turnamen ini. Ia menyebut Narakupu Chess Competition menjadi ajang penting untuk mengukur kemampuan pecatur, baik dari DIY maupun luar daerah.
“Semakin banyak turnamen, semakin terlatih mental dan kemampuan pecatur. Ini penting untuk regenerasi atlet catur di DIY,” ujarnya.
Indung menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir prestasi pecatur DIY menunjukkan peningkatan signifikan di tingkat nasional. Tingginya partisipasi anak-anak dalam setiap turnamen menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan regenerasi atlet catur.
Ia juga mengungkapkan rencana penyelenggaraan turnamen catur tingkat nasional bertajuk Bupati Sleman Cup pada tahun ini, yang diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Sleman sebagai salah satu pusat event olahraga.
Meski turnamen yang diselenggarakan pihak swasta seperti Narakupu Chess Competition belum menjadi ajang seleksi resmi atlet daerah, Indung menegaskan bahwa hasil turnamen tetap menjadi bahan pemantauan Percasi dalam melihat potensi atlet.
“Pembinaan resmi tetap melalui seleksi POPDA dan PORDA. Namun turnamen seperti ini menjadi pantauan penting bagi Percasi untuk melihat perkembangan atlet,” jelasnya.
Lebih lanjut, Indung menilai olahraga catur memiliki nilai edukatif yang kuat bagi anak-anak. Selain melatih kecerdasan dan strategi berpikir, catur juga membentuk mental, kesabaran, dan karakter.
“Catur adalah olahraga murah, merakyat, dan sarat nilai kehidupan. Dampaknya besar bagi perkembangan mental dan kepribadian anak,” katanya.
Melalui Narakupu Chess Competition 2026, panitia berharap semangat olahraga catur dapat menular ke daerah-daerah lain serta mendorong lahirnya lebih banyak wadah pembinaan bagi pecatur muda di Indonesia. (Aga)

