Penyuluhan Gizi di Masjid Nurul Huda: Edukasi Pengolahan Pangan yang Tepat bagi Jamaah
JOGJAOKE.COM, Jogja – Masjid Nurul Huda Surokarsan di Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta menggelar penyuluhan gizi keluarga bertema “Makanan Bergizi dan Cara Pengolahan yang Tepat”, Rabu (19/11).
Ketua Takmir Masjid, Dr. Kelik Endro Suryono, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya masjid menghadirkan edukasi yang bermanfaat.
“Kami ingin jamaah memahami bahwa kesehatan adalah amanah sekaligus nikmat yang harus dijaga,” ujarnya di hadapan ibu-ibu PKK dan remaja masjid.
Selanjutnya, Dr. Kelik menjelaskan bahwa penyuluhan ini juga memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan umat.
Ia menambahkan, “Ibadah akan lebih khusyuk jika tubuh kita sehat. Karena itu, asupan gizi perlu diperhatikan,” katanya.
Pemateri dari Universitas Widya Mataram (UWM), Dyah Titin Laswati, memaparkan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal.
Ia menuturkan, “Sumber gizi terbaik justru ada pada bahan pangan lokal seperti ikan, telur, tempe, tahu, buah, dan sayuran berwarna.”
Selain itu, Dyah menguraikan teknik pengolahan yang baik seperti mengukus, merebus, memanggang, menumis, dan fermentasi agar kandungan gizi tetap terjaga.
Di bagian akhir, Dyah memperkenalkan konsep Gizi Seimbang: Isi Piringku dan B2SA, serta cara membaca label pangan.
Ia mengingatkan jamaah agar menghindari penggunaan minyak berulang dan teknik deep frying.
“Kita perlu menjaga keamanan pangan untuk mencegah cemaran yang merugikan kesehatan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, masjid berharap jamaah semakin tergerak menerapkan pola makan sehat berbasis pangan lokal.
(waw)

