Peringatan Kenaikan Yesus Diharapkan Perkuat Kepedulian Sosial Umat Kristiani

‎RILISINFO.COM, SLEMAN – Peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus ke surga dimaknai lebih dari sekadar simbol kemuliaan rohani.

Dosen Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram, Dwi Astuti, menilai momentum tersebut seharusnya menjadi pengingat tentang keberlanjutan perjuangan keadilan, kedamaian, dan keberpihakan kepada sesama.

Menurut Dwi Astuti, peringatan Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh setiap hari ke-40 setelah Paskah kerap kalah gaung dibandingkan Natal maupun Paskah.

“Padahal peristiwa ini bagian penting dari rangkaian Paskah dan memiliki pesan yang sangat mendalam bagi kehidupan sosial umat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini gereja lebih banyak menekankan makna kenaikan Yesus sebagai bentuk kemuliaan, yakni Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah sebagaimana tertulis dalam sejumlah bagian Alkitab.

“Pemaknaan Kenaikan Yesus ke Surga sering berhenti pada peristiwa Yesus dimuliakan dan membuka jalan bagi umat-Nya. Padahal ada makna yang lebih mendalam,” kata perempuan yang akrab disapa Asti tersebut.

Asti menuturkan kehidupan Yesus sejak kelahiran hingga wafat merupakan rangkaian perjuangan panjang demi menghadirkan keadilan dan kedamaian bagi sesama.

Menurutnya, keberpihakan kepada kaum terpinggirkan, kesederhanaan hidup, hingga perlawanannya terhadap ketidakadilan menjadi pesan penting yang perlu diteruskan umat Kristiani.

“Kemuliaan Yesus tidak hadir tanpa perjuangan dan pengorbanan,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap umat Kristiani tidak hanya memandang Kenaikan Yesus sebagai kemenangan spiritual semata, tetapi juga sebagai amanat untuk melanjutkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melanjutkan kesederhanaan, kerendahan hati, keberpihakan kepada mereka yang terpinggirkan, serta memperjuangkan keadilan adalah bagian dari makna Kenaikan Yesus ke Surga yang perlu dihidupi umat,” pungkasnya. (adr)