Rekrutmen Abdi Dalem Prajurit Sarageni, TNI AL Tekankan Pembentukan Karakter Berbasis Budaya Keraton

‎‎RILISIFO.COM, Jogja – Suasana khidmat menyelimuti lingkungan Keraton Yogyakarta saat TNI Angkatan Laut terlibat langsung dalam proses rekrutmen dan seleksi 180 abdi dalem prajurit sarageni, Sabtu (3/1).

‎Pendampingan dilakukan melalui Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial) dengan fokus pada penguatan karakter keprajuritan berbasis nilai-nilai budaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

‎“Pendekatan ini bukan semata seleksi fisik, tetapi pembentukan karakter pengabdian,” ujar perwakilan panitia kegiatan.

‎Kegiatan seleksi dilaksanakan di Bale Raos dan Bangsal Kamandungan Kidul Keraton Yogyakarta dengan melibatkan unsur Kawedanan Kaprajuritan.

‎Selain seleksi psikologis, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi materi kolone senapan sebagai bagian dari pembinaan tradisi keprajuritan keraton.

‎“Tradisi kolone senapan adalah simbol disiplin dan loyalitas prajurit keraton yang harus terus dijaga,” disampaikan salah satu staf Kawedanan Kaprajuritan dalam pemaparannya.

‎Sekitar 100 peserta yang terdiri dari ketua, pengurus, dan perwakilan bregada rakyat se-DIY mengikuti sesi awal kegiatan yang dibuka oleh Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro.

‎Selanjutnya, materi seleksi kolone senapan diberikan kepada 180 abdi dalem prajurit sarageni.

‎Perwakilan Dispsial, Mayor Laut (KH) M.C. Bayu Murti, menegaskan bahwa penilaian mencakup kesiapan mental, kepribadian, serta kesesuaian nilai calon prajurit.

‎“Pengabdian sebagai abdi dalem prajurit menuntut kedisiplinan, loyalitas, dan keteladanan sikap yang berlandaskan nilai luhur keraton,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Psikologi Angkatan Laut Laksamana Pertama Wisnu Agung Priambodo menilai sinergi TNI AL dan Keraton Yogyakarta memiliki makna strategis.

‎“Pendekatan kebudayaan dalam pembentukan karakter prajurit sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim,” katanya.

‎Ia berharap kolaborasi ini mampu menjaga regenerasi abdi dalem prajurit sekaligus memastikan nilai-nilai tradisi Keraton Yogyakarta tetap hidup, relevan, dan mengakar kuat di tengah perkembangan zaman.

(waw)