‎Susanto Dwi Antoro Buka Merti Kampung Gambiran, Bergerak Lestarikan Budaya

Rabu, 23 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta menghadiri Kenduri Ageng Merti Kampung Gambiran #12 di Yogyakarta

Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta menghadiri Kenduri Ageng Merti Kampung Gambiran #12 di Yogyakarta

RILISINFO.COM, ‎JOGJA – Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro membuka pawai Merti Kampung Gambiran #12 pada Minggu (20/9/2026) menghadirkan semangat kebersamaan warga dalam merawat tradisi dan budaya lokal Yogyakarta bersama warga setempat.

‎Jalan Gambiran berubah menjadi panggung budaya pada Minggu siang, ketika ratusan warga berkumpul mengikuti kirab dengan beragam penampilan khas kampung secara meriah siang itu.

‎Susanto Dwi Antoro hadir langsung menyaksikan antusiasme warga, sekaligus membuka pawai yang menjadi bagian penting rangkaian Merti Kampung Gambiran tahun 2026 ini bersama warga.

‎Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta itu melihat kirab sebagai ruang memperkuat kebersamaan, sekaligus menjaga tradisi agar tetap hidup ditengah masyarakat setempat di Yogyakarta.

‎Merti Kampung Gambiran merupakan tradisi tahunan berupa bersih desa dan kirab budaya, sebagai ungkapan syukur sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur secara bersama bagi masyarakat.

‎Suasana Jalan Gambiran sempat lengang dari kendaraan karena penutupan jalan, namun berubah ramai oleh warga yang memadati sepanjang jalur kirab tersebut sepanjang jalur utama.

‎Alunan gamelan dan musik dangdut terdengar bersamaan, mengiringi ratusan peserta yang berbaris sesuai kelompok masing-masing dengan kostum beragam dan menarik perhatian bagi seluruh pengunjung.

‎Sebagian peserta mengenakan pakaian adat Jawa, sementara lainnya tampil sebagai tokoh hantu dan berbagai karakter, menciptakan suasana kirab semakin meriah bagi warga di tengah.

‎Susanto Dwi Antoro menjadi salah satu perhatian dalam pembukaan pawai, saat warga bersama-sama merayakan tradisi yang mengedepankan kerukunan kampung dan kebudayaan lokal saat itu.

‎Kirab Bregodo menjadi daya tarik utama, menampilkan warga lokal berkostum prajurit tradisional Jawa yang mengingatkan masyarakat pada kekayaan budaya Yogyakarta dan sejarahnya terus berkembang.

‎Gunungan hasil bumi turut diarak, membawa sayur, buah, serta makanan tradisional yang dihimpun dari lima RW wilayah Kampung Gambiran sebagai persembahan bersama dari warga.

‎Rangkaian Merti Kampung juga menghadirkan pentas seni dan hiburan rakyat, mempertemukan warga dalam suasana “guyub, hangat, gayeng”, dan penuh kegembiraan bersama di tengah masyarakat.

‎Susanto Dwi Antoro hadir bukan sekadar menyaksikan, tetapi membuka pawai sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat setempat.

‎Kehadiran Susanto Dwi Antoro memberi ruang dialog simbolik antara wakil rakyat dan warga, melalui momentum budaya yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam kebersamaan tersebut.

‎Tradisi seperti Merti Kampung Gambiran menunjukkan budaya lokal tetap memiliki ruang kuat, ketika warga bersama-sama menjaga kegiatan dan meneruskannya kepada generasi berikutnya masa mendatang.

‎Susanto Dwi Antoro menjadi figur yang disorot dalam pembukaan, seiring semangat warga mempertahankan tradisi melalui partisipasi lintas kelompok dan generasi kampung secara bersama kebersamaan.

‎Bagi warga, rangkaian tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan momentum mempererat persaudaraan, menjaga lingkungan, serta meneguhkan identitas budaya Kampung Gambiran bersama-sama secara berkelanjutan untuk generasi.

‎Semangat kebersamaan terlihat dari keterlibatan warga lima RW, peserta kirab, seniman, serta masyarakat yang memenuhi jalur pawai sejak siang hari dengan antusias sepanjang acara.

‎Susanto Dwi Antoro dan warga Gambiran menutup momentum pembukaan dengan semangat menjaga budaya, memperkuat kerukunan, serta membuat kampung semakin berseri dan lestari untuk masa.(WAW)

Berita Terkait

UMKM Alkid Berani Bersuara, Dugaan Tekanan dan Jukir Ilegal Terungkap
Road to DESIK Concert di Yogyakarta, Sal Priadi Ajak Penonton Menikmati Musik Lebih Dekat
Kebakaran Rumah Warga di Kotagede, Api Diduga Muncul dari Kabel
Uji Emisi Gratis Digelar di Balai Kota Yogyakarta, 60 Kendaraan Ditargetkan Diperiksa per Hari
Kawal Akses Pendidikan, GPM Yogyakarta Buka Posko Udara Beasiswa Kuliah
Chrestina Erni Ukir Prestasi Nasional, Jadi Pembina Terbaik II Pelajar Pelopor
Garongan dan Pulesari Bawa Sleman Raih Dua Penghargaan di Desa Wisata DIY 2026
Sleman Creative Weeks 2026 Hadirkan Ruang Bersama untuk Menghidupkan Budaya

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 13:50 WIB

UMKM Alkid Berani Bersuara, Dugaan Tekanan dan Jukir Ilegal Terungkap

Rabu, 23 September 2026 - 13:37 WIB

‎Susanto Dwi Antoro Buka Merti Kampung Gambiran, Bergerak Lestarikan Budaya

Rabu, 23 September 2026 - 13:27 WIB

Road to DESIK Concert di Yogyakarta, Sal Priadi Ajak Penonton Menikmati Musik Lebih Dekat

Rabu, 23 September 2026 - 13:20 WIB

Kebakaran Rumah Warga di Kotagede, Api Diduga Muncul dari Kabel

Rabu, 23 September 2026 - 08:27 WIB

Uji Emisi Gratis Digelar di Balai Kota Yogyakarta, 60 Kendaraan Ditargetkan Diperiksa per Hari

Berita Terbaru