Syawalan UWM Sleman Jadi Momentum Pererat Kebersamaan Sivitas Akademika
RILISINFO.COM, Sleman – Kegiatan Syawalan dan Halalbihalal digelar Universitas Widya Mataram pada Rabu (1/4) di Kampus Terpadu Banyuraden, Gamping, Sleman.
Acara ini diikuti dosen, tenaga kependidikan, pengurus yayasan, alumni, hingga perangkat desa setempat.
Momentum ini menjadi ajang memperkuat silaturahmi lintas generasi di lingkungan kampus.
Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, menegaskan bahwa Syawalan bukan sekadar tradisi tahunan.
“Silaturahmi tidak hanya terbatas pada sesama Muslim, tetapi juga mencakup hubungan antar sesama manusia secara luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai kebersamaan harus terus dijaga demi terciptanya harmoni di lingkungan akademik.
Dalam tausiah, Ketua Pengurus Yayasan Mataram Yogyakarta, Mahfud MD, menyampaikan bahwa Syawalan merupakan tradisi positif yang berkembang di Indonesia.
“Secara formal tidak diatur dalam ajaran Islam, tetapi tradisi baik akan bernilai kebaikan atau bahkan sunnah,” jelasnya.
Ia mengingatkan, tradisi buruk tetap tidak dibenarkan meski dilakukan turun-temurun.
Mahfud juga menekankan pentingnya saling memaafkan dalam kehidupan sosial.
“Manusia yang enggan meminta maaf dan memberi maaf berpotensi mendapatkan konsekuensi buruk,” katanya.
Ia mengulas konsep “manusia bangkrut”, yakni orang yang memiliki banyak amal ibadah namun kehilangan pahala karena kesalahan terhadap sesama yang belum dimaafkan.
Menurutnya, Idul Fitri menjadi momentum kembali ke fitrah.
“Setiap manusia pasti punya kesalahan. Melalui Idul Fitri dan Syawalan, kita diberi kesempatan untuk kembali bersih,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini mampu mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan budaya saling memaafkan di lingkungan kampus.(andriyani)

