Tingkatkan Hasil Panen, Pekebun Sawit Batubara-Asahan Dibekali Pelatihan Teknis

RILISINFO.COM, Medan – Sebanyak 119 pekebun sawit swadaya dari Kabupaten Batubara dan Asahan resmi mengikuti Pelatihan Budidaya Sawit selama enam hari, 17-22 Juni 2026, di Le Polonia Hotel Medan.

Pelatihan yang terbagi dalam empat kelas ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pekebun agar produktivitas kebun sawit rakyat semakin tinggi dan berkelanjutan.

Pembukaan pelatihan berlangsung meriah diawali penampilan Tarian Olop Olop. Kegiatan kemudian dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, Ir. Hazairin, M.M.

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekebun sehingga mampu mengelola kebun secara lebih baik dan produktif,” ujarnya.

Program tersebut merupakan bagian dari 100 kelas pelatihan yang diselenggarakan LPP Agro Nusantara sepanjang 2026 dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Secara nasional, sebanyak 3.022 pekebun sawit dari tujuh provinsi ditargetkan mengikuti pelatihan serupa.

Subject Matter Expert LPP Agro Nusantara, Dede Yudo Kurniawan, menegaskan pelatihan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga membangun kemampuan praktis peserta.

“Dengan kembali berjalannya program pelatihan ini, kami harap LPP Agro Nusantara bisa menjadi pendamping dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan pekebun sawit swadaya,” kata Dede.

Sebagai penguatan materi, seluruh peserta dijadwalkan mengikuti field trip ke PT Adolina Perbaungan.

“Melalui kunjungan lapangan ini, peserta dapat melihat langsung penerapan praktik budidaya yang baik di perkebunan sehingga materi yang diterima selama pelatihan bisa diaplikasikan di kebun masing-masing,” jelas penyelenggara.

Program ini dinilai penting karena produktivitas sawit rakyat masih menjadi tantangan nasional.

Meski kebun sawit swadaya mencakup sekitar 40 persen dari total luas perkebunan sawit Indonesia, kontribusi produksi minyak sawit mentah (CPO) baru berkisar 30-35 persen.

“Melalui pelatihan intensif ini, BPDP dan Ditjenbun menargetkan pekebun memiliki keterampilan yang lebih baik sehingga usaha sawit rakyat semakin berdaya saing, produktif, dan berkelanjutan,” demikian komitmen penyelenggara.(WAW)