UMY Luncurkan Program Cultural Agent di ICCF ke-11 untuk Perkuat Pemahaman Lintas Budaya
RILISINFO.COM, Penanaman pemahaman lintas budaya dilakukan secara berbeda oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang menilai hal itu perlu dimulai jauh lebih awal dan menjadikan festival internasional sebagai laboratoriumnya.
Dalam penyelenggaraan International Cultural and Culinary Festival (ICCF) ke-11 di Sportorium UMY, Selasa (29/04), UMY meluncurkan program Cultural Agent sebagai inovasi baru. Siswa SMA/SMK/MA ditempatkan sebagai pendamping aktif di setiap booth negara, berinteraksi langsung dengan mahasiswa internasional dari 30 negara peserta yang hadir membawa kuliner khas dan penampilan seni budaya masing-masing.
Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan UMY, Prof. Ir. Slamet Riyadi, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa pelibatan siswa SMA bukan sekadar pelengkap dekorasi festival. Pemahaman antarbudaya, menurutnya, adalah nilai yang paling efektif ditanamkan sejak usia belia.
“Budaya ini kan sesuatu hal yang memang harus kita tanamkan untuk _cultural understanding_ sejak belia. Setiap booth ada cultural agent dari adik-adik SMA sehingga ini juga akan lebih menarik lagi bagi para adik-adik SMA yang lain, teman-temannya, untuk bisa ikut hadir dan menikmati event ini,” ujar Slamet.
Ia juga menambahkan bahwa program ini secara khusus dirancang untuk membuka akses generasi muda terhadap jaringan dan wawasan internasional yang selama ini lebih banyak dinikmati di level perguruan tinggi.
“Harapan kita adalah sedini mungkin siswa SMA memahami dan mengetahui tentang budaya di luar serta berinteraksi dengan mahasiswa asing,” imbuhnya lagi.
Slamet berharap bahwa ICCF UMY tahun ini akan menjadi daya tarik bagi siswa sekolah, untuk meningkatkan wawasan dan networking dalam agenda yang memiliki daya tarik untuk melakukan internasionalisasi.
Festival yang bertema ‘Beyond Taste, Beyond Borders’ ini tidak hanya menampilkan booth kuliner. Sepanjang hari, panggung utama diisi penampilan bergantian dari perwakilan berbagai negara, termasuk tari tradisional, nyanyian, hingga pembacaan puisi.
Empat kategori kompetisi turut diperlombakan: Most Popular Dish, Best Booth Decoration, Best Traditional Costume, dan Social Media Reels Competition.
Peserta ICCF tahun ini juga meluas. Tidak hanya dari mahasiswa internasional UMY, tetapi mencakup mahasiswa asing dari kampus-kampus lain di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ini sekaligus memperkuat jejaring antarmahasiswa asing lintas institusi yang selama ini belum pernah difasilitasi dalam satu forum yang sama.
ICCF pertama kali digelar sejak 2015 dan telah berkembang menjadi platform diplomasi budaya lintas institusi yang diikuti mitra dari 72 universitas internasional dan 46 universitas nasional. Tahun ini, festival menargetkan lebih dari 2.500 pengunjung dari kalangan mahasiswa, komunitas lokal, hingga mitra strategis UMY. (LSI)
Sumber : Humas Umy

