YogyaKarta Hadroh Clan Gaungkan Salawat dengan Sentuhan Musik Modern

RILISINFO.COM, Jogja – Fenomena viral lantunan salawat yang dibawakan musisi Kunto Aji di Masjid Jogokariyan belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

‎Momen tersebut menghadirkan nuansa berbeda karena diiringi oleh YogyaKarta Hadroh Clan (YKHC), grup hadrah nyentrik asal Yogyakarta yang memadukan musik tradisional dengan sentuhan modern.

‎Grup ini digagas oleh Wowok, yang sebelumnya dikenal sebagai vokalis ERWE Band.

‎“Saya pribadi memaknai salawat sebagai amalan yang mudah tapi punya fadilah besar, baik dunia maupun akhirat,” ungkap Wowok, Sabtu (14/3/2026).

‎Wowok menuturkan, keinginannya membentuk grup hadrah sebenarnya sudah lama muncul dalam batinnya.

‎Namun ia mengaku perlu waktu untuk merenung dan melakukan istikharah agar langkah yang diambil tetap berakar pada tujuan utama, yakni bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

‎“Saya tidak ingin kalau nanti terbentuk, grup ini justru tercerabut dari akarnya sebagai medium untuk bersalawat,” ujarnya.

‎Keputusan itu akhirnya diwujudkan bersama rekannya, Gandoz, yang kemudian mengajak sejumlah musisi dan pelaku seni di Yogyakarta untuk bergabung.

‎YogyaKarta Hadroh Clan resmi terbentuk pada Agustus 2024 dan mulai tampil di panggung publik pada Oktober 2024 dalam ajang KUSTOMFEST.

‎“Kalau terbentuk itu Agustus 2024, lalu Oktober pertama kali pentas di KUSTOMFEST,” jelas Gandoz.

‎Gandoz menyebut banyak anggota YKHC datang dari latar belakang kehidupan yang tidak mudah, namun memiliki semangat memperbaiki diri.

‎Karena itu, ajakan untuk bersalawat justru disambut antusias.

‎“Teman-teman ini punya masa lalu ‘remuk’ dan punya kesadaran untuk memperbaiki diri. Saat kami ajak salawat, responsnya luar biasa,” bebernya.

‎Dengan konsep unik, YKHC memadukan rebana sebagai dasar musik hadrah dengan instrumen modern seperti saksofon, trombone, simbal, drum elektrik, hingga sentuhan hip hop dari Balance Perdana.

‎Personel YKHC, Dony Saputra, menyebut kolaborasi mereka dengan HS menjadi langkah penting memperluas dakwah melalui musik.

‎“Ini titik ke-8 dari kerja sama HS dengan YKHC setelah sebelumnya tampil di Semarang, Magelang, Cimahi, Purwokerto, Surabaya, Malang dan beberapa kota lain,” kata Dony.

‎Ia juga membocorkan bahwa YKHC tengah menyiapkan single berjudul “Rampak Pembebasan” yang mengangkat isu Palestina serta album baru yang menggali kembali kearifan lokal.

‎“Insya Allah setelah Lebaran kita rilis, konsepnya lebih ke nguri-nguri budaya lokal yang mulai ditinggalkan,” pungkasnya. (waw)