PPK Ormawa IMM FISIPOL UMY Berdayakan Karangsewu lewat Potensi Lokal
RILISINFO.COM, YOGYAKARTA – Pemberdayaan masyarakat di Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan, tetapi juga mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki warga. Strategi tersebut diterapkan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IMM FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui program SEWU CERDAS.
Program yang dilaksanakan selama Juli 2026 tersebut mengusung transformasi desa cerdas melalui diversifikasi produk kelapa dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Pendekatan ini menempatkan aset, kemampuan, dan partisipasi masyarakat sebagai landasan utama dalam merancang program pemberdayaan.
SEWU CERDAS dikembangkan melalui empat pilar utama, yaitu Teras Usaha, Teras Seni, Teras Tumbuh, dan Teras Solid. Keempat pilar tersebut menyasar kelompok masyarakat yang berbeda, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pegiat seni, anak-anak, hingga kelompok pemuda.
Setiap kegiatan disusun berdasarkan potensi dan kebutuhan yang telah diidentifikasi bersama warga. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan keberlanjutan program.
Pelaksanaan SEWU CERDAS diawali dengan sosialisasi yang melibatkan pemerintah kalurahan, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), pegiat seni, orang tua, dan anak-anak.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi tim untuk memperkenalkan latar belakang dan tujuan program sekaligus menggali aspirasi serta kebutuhan masyarakat secara langsung.
Komitmen kolaborasi kemudian diperkuat melalui penandatanganan kerja sama antara Tim PPK Ormawa IMM FISIPOL UMY dan Pemerintah Kalurahan Karangsewu.
Ketua Tim PPK Ormawa IMM FISIPOL UMY, Nessa Amelia Putri, mengatakan penandatanganan tersebut menjadi wujud komitmen bersama sebelum seluruh rangkaian program dilaksanakan.
“Program ini kami rancang dengan melihat aset yang sudah dimiliki masyarakat. Jadi, masyarakat bukan hanya menjadi penerima program, tetapi juga menjadi bagian utama dalam proses perencanaan dan pelaksanaannya,” ujar Nessa saat diwawancarai secara daring pada Rabu (9/9).
Teras Usaha Perkuat Potensi Ekonomi Lokal
Melalui pilar Teras Usaha, tim berkolaborasi dengan kelompok PKK Padukuhan Boro II dan pelaku UMKM untuk mengidentifikasi komoditas lokal yang memiliki potensi ekonomi, terutama kelapa dan berbagai produk turunannya.
Pendampingan mencakup pemetaan kebutuhan bahan baku, inovasi produk, pengemasan, dan strategi pemasaran. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperluas peluang pasar bagi produk masyarakat.
Dalam pengembangan usaha, tim juga memperoleh pendampingan dari _Startup and Business Incubator_ (SEBI) UMY. Konsultasi yang diberikan meliputi penyusunan model bisnis, validasi pasar, sertifikasi halal, serta pengurusan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).
Pendampingan tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM mengembangkan produk lokal secara lebih terarah, legal, dan berkelanjutan.
Teras Seni Jaga Keberlanjutan Budaya Lokal
Pilar Teras Seni diarahkan untuk mendukung pelestarian budaya lokal melalui latihan karawitan bersama warga Padukuhan Boro II.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan dari instruktur lokal untuk memainkan berbagai instrumen gamelan, seperti saron, bonang, gong, dan kendang.
Selain meningkatkan keterampilan berkesenian, latihan rutin tersebut diharapkan dapat memperkuat regenerasi pelaku seni dan menjaga keberlanjutan tradisi karawitan di tengah masyarakat.
Teras Tumbuh Perkuat Literasi Anak
Pilar Teras Tumbuh menyasar anak-anak melalui kegiatan literasi dan pengembangan Pojok Baca Desa yang dilaksanakan bekerja sama dengan Takmir Masjid Darul Akbar.
Sosialisasi program turut melibatkan orang tua agar kegiatan literasi memperoleh dukungan dari keluarga. Aktivitas untuk anak-anak dikemas secara interaktif melalui kegiatan pencair suasana dan permainan edukatif.
Melalui Pojok Baca Desa, tim berupaya menyediakan ruang belajar yang mudah diakses sekaligus menumbuhkan minat baca dan kebiasaan belajar anak-anak di Karangsewu.
Teras Solid Perkuat Peran Pemuda
Adapun pilar Teras Solid difokuskan pada penguatan peran pemuda melalui kolaborasi dengan Karang Taruna Karangsewu.
Diskusi bersama kelompok pemuda mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan literasi, pengembangan kewirausahaan, dan pelaksanaan aksi sosial kemasyarakatan.
Keterlibatan pemuda dipandang penting untuk menjaga keberlanjutan program. Kelompok pemuda diharapkan dapat menjadi penggerak yang melanjutkan berbagai inisiatif pemberdayaan setelah program PPK Ormawa berakhir.
Seluruh rangkaian kegiatan dalam empat pilar tersebut dipantau dan dievaluasi secara berkala melalui rapat bersama dosen pembimbing, Drs. Bambang Wahyu Nugroho, M.Si.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap kegiatan tetap berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tujuan pemberdayaan yang telah ditetapkan.
Nessa menegaskan bahwa pendekatan berbasis aset menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan SEWU CERDAS. Keberlanjutan program dinilai lebih mudah dicapai ketika masyarakat terlibat sejak awal dan solusi yang dikembangkan berangkat dari kekuatan yang telah mereka miliki.
“Bagi kami, solusi terbaik adalah solusi yang lahir bersama masyarakat, bukan solusi yang dipaksakan dari luar,” pungkas Nessa. (gla)
Sumber : humas umy

