UMY Jalankan Program Desa Binaan di Wirokerten, Dorong Penguatan Desa Wisata Digital
RILISINFO.COM, Bantul – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalankan program pengabdian kepada masyarakat skema desa binaan di Pendopo Pasar Blumbang Mataram, Kalurahan Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Minggu (8/3/2026).
Program ini menjadi bagian dari komitmen UMY mendorong penguatan desa wisata, transformasi digital, serta pembenahan kelembagaan desa secara berkelanjutan.
“Program desa binaan ini kami rancang sebagai bentuk pendampingan nyata bagi desa agar mampu berkembang secara digital sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaannya,” ungkap tim pengabdian UMY dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini melibatkan 11 dosen UMY dan dihadiri berbagai unsur pemerintah kalurahan serta pemangku kepentingan desa, mulai dari pengurus BUMDes Wirajaya Makmur, Pokdarwis Wira Jaya, pengelola Desa Wisata Wirokerten hingga rintisan desa budaya.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan kuatnya pendekatan kolaboratif dalam program ini.
“Pengembangan desa wisata tidak bisa berjalan sendiri, harus melibatkan pemerintah desa, pengelola wisata, dan masyarakat,” ujar salah satu peserta dalam forum diskusi.
Dalam sesi materi, tim UMY mengangkat tema pendampingan desa wisata melalui penguatan keamanan siber di tengah meningkatnya penggunaan platform digital.
Narasumber Dr. Nur Hayati, S.T. menegaskan bahwa transformasi digital membawa tantangan baru yang harus diantisipasi pengelola desa wisata.
“Semakin tinggi penggunaan digital, semakin tinggi pula risiko keamanan digital,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan potensi ancaman seperti peretasan akun media sosial, cloning WhatsApp admin, hingga penyalahgunaan QRIS palsu yang dapat merusak reputasi desa wisata.
Program ini juga dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas solusi penguatan kelembagaan BUMDes, desa wisata, dan rintisan desa budaya.
Sejumlah isu strategis turut dibahas, seperti kebutuhan NIB BUMDes, penguatan administrasi kelembagaan, hingga pengembangan branding desa.
Dr. phil. Anwar Kholid menegaskan pentingnya tata kelola organisasi budaya di tingkat desa.
“Perlu pengelolaan manajemen NIK kelompok kebudayaan agar lebih tertata,” ujarnya.
Melalui program desa binaan ini, UMY berharap Wirokerten semakin siap menghadapi era digital dengan kelembagaan yang kuat serta ekosistem desa wisata yang aman dan berkelanjutan.(waw)

