Hasto Dorong Budaya Bersih, Pasar Ngasem Diminta Tutup untuk Agenda Kebersihan Rutin
RILISINFO.COM, JOGJA – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengajak para pedagang Pasar Ngasem menghentikan aktivitas berdagang selama tiga jam setiap pekan untuk melakukan kerja bakti dan membersihkan lingkungan pasar.
Ajakan itu disampaikan saat Hasto turun langsung memimpin kegiatan bersih-bersih bersama pedagang, petugas kebersihan, dan jajaran pemerintah setempat di Pasar Ngasem, Kemantren Kraton, Selasa (23/6).
Menurut Hasto, menjaga kebersihan pasar tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan. I
a menegaskan seluruh pedagang perlu terlibat aktif agar kondisi pasar tetap nyaman, sehat, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Saya minta pedagang di Pasar Ngasem tutup tiga jam seminggu untuk bongkar-bongkar dan bersih-bersih,” ujar Hasto.
Saat melakukan inspeksi keliling pasar, Hasto menemukan masih banyak sisa lemak makanan dan kotoran yang menumpuk di saluran drainase.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta penyumbatan yang dapat mengganggu kenyamanan pengunjung.
“Hari ini saya suruh bongkar dan dibersihkan,” tegasnya.
Ia menilai kebiasaan berjualan tanpa disertai perhatian terhadap kebersihan lingkungan akan membuat kawasan pasar menjadi kumuh.
“Kalau kita jualan terus aja nggak sempat memikirkan kebersihan lingkungannya, maka pasti lingkungannya kumuh. Ini tadi saya cek buktinya, kan, banyak sisa-sisa lemak yang ada di selokan-selokannya,” kata Hasto.
Hasto menekankan Pasar Ngasem memiliki posisi penting sebagai pusat kuliner tradisional khas Yogyakarta yang menjadi tujuan wisata.
Karena itu, menurutnya, kebersihan pasar harus dijaga secara konsisten agar citra positif yang selama ini melekat tidak tercoreng.
“Pasar Ngasem ini spesial lantaran menjual makanan tradisional khas Jogja yang banyak dicari orang. Setelah laris, harus dirawat dengan baik,” pesannya.
Selain persoalan drainase, Hasto juga menyoroti pengelolaan sampah yang belum sepenuhnya terpilah dengan baik.
Ia meminta penanda tempat sampah diperjelas sehingga pedagang dan pengunjung dapat membedakan jenis sampah, mulai dari sisa makanan, botol plastik, hingga sampah residu.
“Jangan sampai ada pengunjung yang masih mengeluhkan soal kebersihan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen mengintensifkan pengawasan kebersihan di kawasan Pasar Ngasem dengan melibatkan personel Satpol PP untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Hasto pun mengapresiasi semangat gotong royong para pedagang.
“Semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan kawasan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman,” tandasnya.(WAW)

