Geopix Desak Evaluasi Transparan sebelum Bandung Zoo Dibuka untuk Publik

‎RILISINFO.COM, Bandung – Organisasi perlindungan satwa Geopix kembali menyampaikan keprihatinan serius atas dibukanya kembali Bandung Zoo untuk kunjungan publik tanpa didahului evaluasi menyeluruh dan audit pengelolaan yang transparan.

‎Geopix menilai langkah tersebut berisiko memperburuk kondisi kesejahteraan satwa liar dilindungi yang ada di dalamnya, termasuk orangutan, gajah, dan monyet hitam.

‎Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan satwa harus menjadi prasyarat utama sebelum kebun binatang kembali dibuka.

‎“Kami mendesak pengelola Bandung Zoo, Pemerintah Kota Bandung, serta Kementerian Kehutanan untuk tidak tergesa membuka kembali kebun binatang tanpa memastikan kondisi satwa dan standar pengelolaan benar-benar layak,” ujar Annisa dalam keterangannya.

‎Menurut Annisa, pemenuhan pakan saja tidak cukup menjadi indikator kelayakan pengelolaan kebun binatang.

‎“Para pihak juga harus memastikan aspek pengelolaan lainnya telah siap secara utuh, mulai dari kesejahteraan tenaga kerja hingga, yang paling penting, kesejahteraan satwa-satwanya.

‎Temuan lapangan terkait dugaan stres pada orangutan, gajah, dan monyet hitam sangat mengkhawatirkan dan tidak boleh diabaikan,” katanya.

‎Geopix menilai pembukaan Bandung Zoo di tengah indikasi gangguan kesejahteraan satwa mencerminkan lemahnya tata kelola konservasi ex-situ di Indonesia.

‎“Otoritas publik memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk memastikan seluruh lembaga konservasi mematuhi standar kesejahteraan satwa, transparansi pengelolaan, serta pengawasan yang ketat,” kata Annisa.

(waw)