Yogyakarta

Jenderal Polisi Hoegeng, Larang Istri ke Belanda Demi Menjaga Integritas

RILISINFO.COM, ‎SLEMAN – Akademisi Rocky Gerung mengungkap kisah keteladanan Jenderal Hoegeng Imam Santoso saat berbicara dalam forum Fakultas Isipol UGM, Yogyakarta, Selasa kemarin.

‎Rocky mengatakan, kisah tersebut diperolehnya langsung dari Meriyati Roeslani ketika diundang berdiskusi di kediamannya beberapa bulan sebelumnya bersama sejumlah tamu.

‎”Ibu Meriyati menceritakan pengalaman yang sangat membekas,” ujar Rocky, seraya menilai kisah itu mencerminkan integritas seorang pemimpin sejati Indonesia.

‎Menurut Rocky, Meriyati pernah berkeinginan mengunjungi keluarganya yang menetap di Belanda menggunakan uang pemberian keluarga sendiri tanpa melibatkan suaminya sedikitpun.

‎Namun, Jenderal Hoegeng dengan tegas menolak keberangkatan tersebut meski seluruh biaya perjalanan berasal dari keluarga Meriyati, bukan anggaran negara maupun pribadi.

‎”Kamu nggak boleh pergi, nanti orang kira saya yang bayarin tiket pesawatmu,” kata Rocky menirukan pesan Hoegeng kepada istrinya dahulu.

‎Rocky melanjutkan, Hoegeng tetap bersikap teguh meski Meriyati telah memiliki bukti asal-usul dana perjalanan yang diterimanya dari pihak keluarga luar negeri.

‎”Tetap nggak boleh pergi, karena kendati ditunjukkan, belum tentu orang percaya,” ujar Rocky mengutip ketegasan Hoegeng dalam menjaga nama baiknya.

‎Sebagai Kapolri, Hoegeng memilih menghindari segala bentuk persepsi negatif yang berpotensi menimbulkan tuduhan penyalahgunaan jabatan dari masyarakat luas sekalipun.

‎Rocky menilai keputusan tersebut memperlihatkan prinsip kepemimpinan yang mengutamakan kehormatan, kejujuran, serta kepercayaan publik di atas kepentingan pribadi dan keluarga.

‎”Beliau tidak membuka peluang sedikit pun bagi fitnah berkembang,” kata Rocky, menegaskan keteladanan Hoegeng patut dikenang sepanjang masa oleh generasi.

‎Menurutnya, integritas bukan hanya dibuktikan melalui tindakan besar, melainkan juga keputusan sederhana yang mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin negara.

‎Rocky menyebut reputasi seorang pejabat harus dijaga sejak awal agar tidak memunculkan ruang bagi kecurigaan ataupun tuduhan tanpa dasar sama sekali.

‎”Hebat, Kapolri Jenderal Hoegeng menjaga reputasinya,” ujar Rocky, seraya mengajak peserta forum meneladani nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari dan kepemimpinan.

‎Kisah tersebut mendapat perhatian peserta diskusi karena dinilai memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya menjaga integritas di tengah besarnya godaan kekuasaan saat ini.

‎Teladan Hoegeng kembali mengingatkan bahwa kehormatan, kepercayaan, dan integritas merupakan warisan kepemimpinan yang tetap relevan bagi Indonesia hingga sekarang.(ady)