Ketua BPH UMY Ajak Mahasiswa Baru Jadi Generasi “Unggul Islami”

RILISINFO.COM, Yogyakarta – Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., mengajak mahasiswa baru menjadi generasi “Unggul Islami”. Generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu membawa nilai Islam dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Agung saat membuka rangkaian Orientasi Studi dan Dinamika Islam (OSDI) bagi mahasiswa baru UMY Tahun Akademik 2026/2027, di Sportorium UMY, Selasa (8/9/2026).

Agung menegaskan, pendidikan di UMY tidak hanya diarahkan untuk membentuk lulusan yang kompeten secara profesional. Mahasiswa juga dipersiapkan menjadi pejuang peradaban unggul yang mampu menghadirkan rahmat, kesejahteraan, dan kontribusi nyata bagi kehidupan.

“Mari persiapkan diri kita semua untuk menjadi pejuang-pejuang peradaban unggul. Menjadi pejuang peradaban yang membawa rahmat lil ‘alamin, kesejahteraan, kegembiraan, pemerataan untuk seluruh umat manusia,” ujarnya.

Menurutnya, masa awal perkuliahan menjadi momentum untuk membangun kesiapan akademik dan karakter. Mahasiswa perlu memanfaatkan berbagai kesempatan belajar yang tersedia selama berada di UMY.

UMY, lanjut Agung, telah menyiapkan lingkungan akademik dan fasilitas untuk mendukung perkembangan mahasiswa. Dosen dan mentor juga disiapkan untuk membantu mahasiswa mengembangkan potensinya. Namun, ia mengingatkan bahwa fasilitas bukan satu-satunya penentu keberhasilan.

“UMY menyiapkan berbagai macam fasilitas untuk menjadikan Anda menjadi orang hebat. Tetapi yang perlu diingat, yang bisa menjadikan orang hebat adalah Anda sendiri,” tegasnya.

Ia menilai mahasiswa tetap menjadi pihak utama dalam menentukan perkembangan dirinya. Dosen dan mentor berperan memberikan bimbingan, sedangkan kemauan untuk belajar harus tumbuh dari mahasiswa.

_Islam sebagai Landasan_

Agung juga menekankan pentingnya pendidikan Islam dalam membentuk karakter mahasiswa. Nilai tersebut akan diperkuat melalui OSDI dan pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Menurutnya, Islam tidak hanya menjadi aspek spiritual. Nilai Islam juga menjadi landasan etika dan moral dalam kehidupan.

“Islam bisa sebagai dasar nilai dan spiritualitas bagi pengembangan diri kita,” ungkapnya.

Dalam pandangan Muhammadiyah, kata Agung, nilai Islam perlu berjalan bersama ilmu dan profesionalitas. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi muslim yang baik. Mereka juga perlu menjadi pribadi yang unggul dan mampu berkontribusi.

Semangat tersebut terangkum dalam tagline UMY, “Unggul Islami”. Tagline ini mencerminkan upaya mengintegrasikan kompetensi akademik dengan nilai Islam.

Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan profesional sekaligus landasan moral. Ilmu yang diperoleh juga diharapkan dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Insyaallah UMY menyiapkan dari dosen-dosen terbaiknya, mentor-mentor terbaik untuk menjadikan kita semua pejuang-pejuang peradaban unggul,” tuturnya.

_OSDI Jadi Langkah Awal_

Agung mengajak mahasiswa baru mengikuti seluruh rangkaian OSDI dengan sungguh-sungguh. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.

Ia kemudian secara resmi membuka OSDI dengan membaca basmalah bersama mahasiswa baru. Pembukaan dilanjutkan dengan pemukulan gong secara simbolis.

Melalui OSDI, mahasiswa diharapkan memahami identitas UMY sejak awal masa studi. Mereka juga diharapkan tumbuh menjadi generasi unggul yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat. (gla)

Sumber : Humas Umy