Koramil Kaliwiro Padamkan Bara Tersembunyi Cegah Karhutla Kembali Membara

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Koramil 11 Kaliwiro bersama warga menyemprot sisa bara api saat proses pendinginan lahan bekas kebakaran di Bukit Bluwuk, Desa Kaliguwo, Kaliwiro, Wonosobo

Personel Koramil 11 Kaliwiro bersama warga menyemprot sisa bara api saat proses pendinginan lahan bekas kebakaran di Bukit Bluwuk, Desa Kaliguwo, Kaliwiro, Wonosobo

RILISINFO.COM, ‎WONOSOBO – Koramil 11 Kaliwiro bersama instansi terkait bergerak mendinginkan lahan bekas kebakaran hutan di Bukit Bluwuk, Wonosobo, Jumat (25/9/2026), sejak pagi hari di lokasi.
‎
Pendinginan dilakukan untuk memastikan bara tersembunyi tidak kembali memicu api, mengingat kondisi kawasan masih kering dan hujan belum turun dalam beberapa hari terakhir.
‎
Kebakaran sebelumnya terjadi Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di kawasan Perhutani, tepatnya Bukit Bluwuk, Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo hingga kini tersebut.
‎
Lokasi terdampak berada di Petak 13 F dan Petak 13 G, Kecamatan Kaliwiro, dengan luas lahan terbakar diperkirakan sekitar tujuh hektare secara keseluruhan.
‎
Tim gabungan memusatkan operasi pendinginan pada Petak 13 F karena masih ditemukan tunggak kayu dan sisa kayu yang menyimpan bara api yang ditemukan.
‎
Sementara itu, kondisi lahan di Petak 13 G telah dinyatakan aman oleh pihak Perhutani setelah dilakukan pemeriksaan lapangan secara langsung dan menyeluruh setempat.
‎
Operasi melibatkan Koramil 11 Kaliwiro, Polsek Kaliwiro, SAR Kaliwiro, BPBD Wonosobo, Perhutani, serta Linmas Desa Kaliguwo secara bersama-sama dalam penanganan lapangan secara terpadu.
‎
Sinergi lintas sektor tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah munculnya kembali titik api di kawasan hutan terdampak secara berulang selama musim kemarau.
‎
Dandim 0707 Wonosobo Letkol Inf Yoyok
‎Suyitno S.Sos menilai pendinginan penting dilakukan karena wilayah belum mendapatkan hujan hingga kini dalam kondisi kering setempat.
‎
“Ini merupakan langkah yang penting mengingat saat ini belum turun hujan,” ujar Yoyok mengenai operasi pendinginan tersebut kepada petugas di lapangan hari ini.
‎
Menurutnya, pendinginan diharapkan mampu mencegah bara kembali berkembang menjadi api yang dapat meluas ke kawasan hutan sekitarnya lagi dan mengancam keselamatan dan warga.
‎
“Dengan adanya upaya pendinginan diharapkan kebakaran tidak muncul lagi,” kata Yoyok menegaskan pentingnya penanganan setelah kebakaran tersebut secara menyeluruh dan cepat di lapangan.
‎
Yoyok juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap persoalan selesai setelah api terlihat padam di permukaan lahan yang terbakar sebelumnya oleh semua.
‎
“Kepada semuanya, mari waspada terhadap Karhutla dengan cara sering patroli ke wilayah,” tegasnya dalam imbauan kepada masyarakat setempat selama musim kering dan masyarakat.
‎
Ia juga mendorong edukasi kepada warga mengenai bahaya Karhutla serta dampak yang dapat ditimbulkan apabila kebakaran kembali terjadi di kawasan hutan sekitar mereka.
‎
“Edukasi warga tentang bahaya Karhutla, dan akibat jika terjadi Karhutla,” menjadi bagian penting pencegahan yang ditekankan Yoyok kepada masyarakat setempat secara langsung hari ini.
‎
Patroli bersama dinilai diperlukan untuk mendeteksi titik panas atau kepulan asap sejak dini sebelum berkembang menjadi kebakaran lebih luas di wilayah sekitar setempat.
‎
Langkah pendinginan juga menjadi bentuk kesiapsiagaan bersama menghadapi ancaman Karhutla selama musim kering yang masih berlangsung di Wonosobo hingga beberapa waktu mendatang ini.
‎
Kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, Perhutani, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan penting menjaga kawasan hutan tetap aman dari ancaman kebakaran selama musim kemarau.
‎
Operasi pendinginan di Bukit Bluwuk diharapkan menekan risiko kebakaran susulan sekaligus menjaga kelestarian hutan di Kecamatan Kaliwiro untuk kepentingan masyarakat sekitar di daerah.(waw)

Berita Terkait

GKR Mangkubumi Tekankan Penguatan UMKM untuk Ekonomi DIY Berkualitas
5.567 Siswa Terdampak, Kasus Keracunan MBG di DIY Jadi Sorotan
Semarak Zhong Qiu Jie 2026, Yogyakarta Padukan Budaya Tionghoa dan Jawa
Kecelakaan Tiga Mobil Terjadi di Jalan Wates, Polsek Wirobrajan Turun Tangan
Lewat 670 Penari, Kudus Lawan Lupa terhadap Warisan Budaya Leluhur
Bupati Sleman Apresiasi Dedikasi Adhitya Selama Bertugas
Panen Padi Galon, GKR Hemas Dorong Ketahanan Pangan Warga Yogyakarta
Dugaan Pungli Alkid Masih Bergulir, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 14:21 WIB

GKR Mangkubumi Tekankan Penguatan UMKM untuk Ekonomi DIY Berkualitas

Sabtu, 26 September 2026 - 14:17 WIB

5.567 Siswa Terdampak, Kasus Keracunan MBG di DIY Jadi Sorotan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:12 WIB

Semarak Zhong Qiu Jie 2026, Yogyakarta Padukan Budaya Tionghoa dan Jawa

Sabtu, 26 September 2026 - 14:08 WIB

Kecelakaan Tiga Mobil Terjadi di Jalan Wates, Polsek Wirobrajan Turun Tangan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:04 WIB

Lewat 670 Penari, Kudus Lawan Lupa terhadap Warisan Budaya Leluhur

Berita Terbaru